Inovasi Literasi: Flashcard Berbasis Bahan Bacaan Bermutu Perpusnas RI

Penerapan Inovasi Flashcard RELIMA Lokus Kota Parepare (Ita Minarty)


Takalarterkini.com, - Parepare. Inovasi Flashcard berbasis Bahan Bacaan Bermutu Bantuan (BBB) Perpusnas RI lahir dari kebutuhan untuk membantu anak agar tidak hanya mampu membaca teks, tetapi juga mengenali kosakata, memahami makna kata, memahami bacaan, dan menggunakan informasi dari bacaan sebagai dasar untuk berkomunikasi maupun menulis.


Memiliki akses terhadap buku tidak selalu berarti mampu memahami bacaan dengan baik. Sebagian anak masih mengalami kesulitan mengenali kata tertentu, memahami kosakata, dan menghubungkan kata dengan konteks cerita. Kondisi ini dapat membuat kegiatan membaca menjadi kurang berdampak. Inovasi ini berupaya menjadi jembatan antara mengenali kata dengan kemampuan memahami bacaan maka dibutuhkan media yang sederhana, menarik, murah, mudah digunakan baik secara individual maupun berkelompok, dan dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak.

RELIMA Lokus Kota Parepare Bimbing Siswa Manfaatkan Inovasi Flashcard


Flashcard dipilih karena dapat digunakan secara fleksibel dan memungkinkan anak belajar kata secara bertahap. Kata yang digunakan TIDAK diambil secara acak, tetapi berasal dari buku BBB yang sedang dibaca sehingga sesuai dengan konteks dan kebutuhan belajar anak.


Dari kegiatan literasi yang RELIMA lakukan baik kepada anak binaan RBCD (Anak Jalanan dan Kaum Dhuafa), pembaca buku-buku yang OTO MACCA bawa, dan kegiatan Kajian Dampak RELIMA ditemukan anak yang mengalami kesulitan mengenali dan memahami kosakata dalam buku yang dibaca. Data resmi yang relevan tidak bisa dijadikan alat ukur karena melek huruf tidak sama dengan lancar membaca dan kemampuan memahami bacaan. Pada saat melakukan Kajian Dampak RELIMA di salah satu MTs, dari 21 peserta, ada 1 siswa yang tidak bisa membaca, dan 5 siswa yang mengalami kesulitan memahami bacaan. 


Bagaimana cara penerapan inovasi ini? 

Anak memilih satu buku BBB. Lalu membaca buku secara mandiri atau bersama pendamping. Pendamping mengidentifikasi kata-kata yang dianggap penting atau sulit bagi anak, lalu kata tersebut dibuat menjadi flashcard. Anak diperlihatkan flashcard dan diminta mengenali dan membaca kata. Untuk tingkat kegiatan selanjutnya, anak mencari kata tersebut dalam buku. Lebih lanjut anak dibimbing memahami arti kata berdasarkan konteks cerita. Selanjutnya anak bisa diminta  menggunakan kata tersebut dalam kalimat sederhana. Jadi, flashcard bukan kegiatan yang berdiri sendiri, bisa dijadikan bagian dari proses membaca, mengulas, menceritakan kembali bahkan menulis.

Peserta Memanfaatkan Flashcard sebagai Bentuk Kegiatan Literasi, Sebuah Inovasi Literasi dari RELIMA Lokus Kota Parepare (Ita Minarty)


Kegiatannya bisa disingkat: Baca BBB  pilih kata  buat flashcard  kenali kata  cari dalam buku  pahami makna  gunakan dalam kalimat  menulis.


Inovasi ini pun bisa dipakai untuk memantik pembaca mahir untuk memperluas koleksi kosakata (antonim atau sinonim), membuat karya sastra (puisi atau pantun) dan kegiatan literasi kreatif lainnya.


Keunggulan inovasi ini adalah tingkat kesulitan dapat disesuaikan. Pemilihan kata pada flashcard dapat disesuaikan dengan usia, kemampuan, dan kebutuhan masing-masing anak sehingga penggunaanya bersifat fleksibel dan inklusif.  Jadi, satu buku BBB dapat menghasilkan flashcard yang berbeda untuk anak yang berbeda.


Dari pengamatan selama inovasi ini diterapkan, anak menjadi lebih berani membaca, menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, menceritakan kembali isi bacaan, dan mengenali kosakata baru. Bagi anak yang kemampuan membacanya masih lemah, flashcard menjadi alat bantu bagi relawan/pendamping mengarahkan dan membimbing secara bertahap memahami bacaan tanpa membuat kegiatan membaca terasa sebagai beban. Selain itu, anak juga menggunakan flashcard sebagai pemantik untuk menyusun gagasan dan menghasilkan tulisan sederhana berdasarkan apa yang telah dibaca.

Salah Satu Peserta Mampu Menggunakan Inovasi Flashcard Karya Ita Minarty RELIMA Lokus Kota Parepare 


Inovasi kegiatan literasi ini memiliki peluang keberlanjutan yang besar karena menggunakan bahan bacaan yang telah tersedia. Media belajar yang sederhana, menarik, murah, serta mudah digunakan kembali. Flashcard yang telah dibuat bisa dipakai lebih dari satu kegiatan pendampingan membaca, memahami isi bacaan, bercerita, berdiskusi, bermain kata, dan menulis.


Fleksibilitas adalah keunggulan lain inovasi ini. Karena penerapannya dapat dilakukan di dalam atau di luar ruangan. Sangat berpeluang untuk direplikasi oleh relawan, guru, pengelola TBM, perpustakaan sekolah, dan komunitas literasi lainnya. Buku BBB yang berbeda dapat menghasilkan set flashcard dengan tema, tokoh, kosakata, pertanyaan pemahaman, dan aktivitas yang berbeda. Dengan demikian, media dapat terus bertambah seiring bertambanhya koleksi dan kebutuhan peserta.


Tema koleksi buku BBB sendiri sudah sangat kaya sehingga setiap tempat/daerah dapat mengembangkan flashcard sesuai konteks lokal, termasuk memasukkan tema lingkungan, nilai moral dan budaya, cerita rakyat, bahasa maupun potensi daerah masing-masing tanpa mengubah prinsip utama inovasi, yaitu menjadikan buku sebagai sumber kegiatan literasi yang interaktif dan menyenangkan.


Dengan adanya panduan penggunaan sederhana, satu set flashcard dapat digunakan secara berulang untuk kelompok peserta yang berbeda. Dengan demikian inovasi ini memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi model kegiatan berbasis BBB yang dapat diterapkan secara lebih luas di berbagai wilayah Indonesia dengan tetap menyesuaikan kebutuhan dan karakteristik masyarakat setempat. Secara keseluruhan, inovasi ini memiliki kebutuhan sumber daya yang sederhana dan fleksibel. Ketersediaan SDM, bahan bacaan, media flashcard, sarana mobilitas, serta dukungan kemitraan menjadi modal penting agar kegiatan dapat terus dilaksanakan, dikembangkan, dan direplikasi di berbagai lokasi.


Harapan Dampak Jangka Pendek 

Tercipta suasana kegiatan literasi yang lebih aktif, menyenangkan, interaktif, dan partisipatif. Anak terlibat dalam proses menemukan, mengingat, dan memahami buku yang dibaca. Di tingkat lanjut diharapkan anak bisa menceritakan kembali dan mengembangkan isi bacaannya. Selain itu, pendamping literasi memiliki media sederhana yang dapat digunakan dalam kegiatan literasinya.


Harapan Dampak Jangka Panjang

Inovasi ini diharapkan berkontribusi terhadap terbentuknya kebiasaan membaca dan budaya literasi yang lebih kuat di masyarakat. Anak memiliki kemampuan literasi yang lebih baik untuk mendukung pembelajaran, dan memperkecil kesenjangan kemampuan literasi antar-anak. Pemanfaatan inovasi ini juga diharapkan dapat memperluas pemanfaatan buku bantuan Perpusnas RI yang telah tersebar di seluruh pelosok Nusantara.


Ita Minarty (RELIMA PERPUSNAS RI Lokus Kota Parepare Sulawesi Selatan -Indonesia)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

FORS 2025 SMAN 5 Takalar Resmi Dibuka, Angkat Semangat Sportivitas Dan Kreativitas

Nagamoto Sugiyama; Pejuang Jepang Yang Mengabdikan Hidupnya Untuk Kemerdekaan Indonesia

Aklamasi, Alauddin Torki Pimpin KONI Takalar Dalam Rapat Pleno