Tingkatkan Budaya Literasi Siswa SD Negeri 46 Salaka, Mahasiswa KKN Unhas Padukan Program NADA dan TULIS
![]() |
| Foto Bersama Setelah Kegiatan NADA dan TULIS dari Mahasiswa KKN-T Literasi Unhas Kelurahan Salaka |
Takalarterkini.com, - Salaka Pattallasang. Dalam rangka pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Universitas Hasanuddin Gelombang 116 Posko Kelurahan Salaka 2, pada 22 Juli 2026, mahasiswa KKN melaksanakan program kerja NADA (Narasi Dalam Membaca) dan TULIS (Tuangkan Literasi, Imajinasi, dan Story) di SD Negeri 46 Salaka. Kedua program ini bertujuan untuk meningkatkan budaya literasi peserta didik melalui kegiatan membaca, menyimak, memahami isi bacaan, serta mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan menulis.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan program NADA, di mana mahasiswa KKN membacakan cerita secara nyaring (read aloud) menggunakan intonasi dan ekspresi yang menarik sehingga peserta didik lebih mudah memahami alur cerita, mengenal tokoh, serta menangkap pesan moral yang terkandung di dalamnya. Selama kegiatan berlangsung, peserta didik diajak berdiskusi dan menjawab pertanyaan sederhana untuk melatih kemampuan menyimak, berpikir kritis, dan keberanian dalam menyampaikan pendapat.
Setelah kegiatan membaca nyaring selesai, kegiatan dilanjutkan dengan program TULIS. Peserta didik diberikan kesempatan membaca kembali bahan bacaan yang telah disediakan, kemudian diminta menuangkan pemahaman, ide, dan imajinasi mereka ke dalam bentuk cerita sederhana menggunakan bahasa sendiri. Mahasiswa KKN memberikan pendampingan dalam menyusun alur cerita, memilih kosakata, dan menyampaikan pesan sehingga setiap peserta didik dapat menghasilkan karya tulis yang kreatif sesuai dengan pemahamannya.
![]() |
| Siswa SDN 46 Salaka Antusias Mengikuti Kegiatan NADA dan TULIS |
Kepala Sekolah SD Negeri 46 Salaka menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kedua program tersebut. Menurut beliau, NADA dan TULIS saling melengkapi dalam meningkatkan kemampuan literasi peserta didik karena tidak hanya melatih keterampilan membaca dan menyimak, tetapi juga mendorong siswa untuk berpikir kreatif serta berani menuangkan ide melalui tulisan.
Dosen Pendamping KKN (DPK), Sumarlin Rengko HR., menyampaikan bahwa kolaborasi antara kegiatan membaca nyaring dan menulis kreatif merupakan pendekatan pembelajaran yang efektif dalam membangun budaya literasi sejak usia dini. Menurut beliau, kegiatan ini mampu meningkatkan kemampuan berbahasa, memperluas wawasan, serta mengembangkan kreativitas dan rasa percaya diri peserta didik.
Mahasiswa KKN mengungkapkan bahwa peserta didik mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat. Antusiasme mereka terlihat saat mendengarkan cerita, aktif menjawab pertanyaan, serta berusaha menghasilkan cerita dengan ide dan imajinasi yang beragam.
Peserta didik mengaku senang mengikuti kegiatan NADA dan TULIS karena mereka dapat mendengarkan cerita yang menarik, memahami isi bacaan, kemudian membuat cerita sesuai dengan pemahaman dan kreativitas masing-masing. Menurut mereka, kegiatan tersebut membuat belajar menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan.
Melalui program NADA (Narasi Dalam Membaca) dan TULIS (Tuangkan Literasi, Imajinasi, dan Story), mahasiswa KKN Tematik Literasi Universitas Hasanuddin Gelombang 116 Posko Kelurahan Salaka 2 berharap dapat memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah, meningkatkan kemampuan membaca, menyimak, dan menulis peserta didik, serta membentuk generasi yang kritis, kreatif, dan percaya diri. AJM/RedTT.
Sumber: Humas KKN Tematik Literasi Unhas Kelurahan Salaka


Komentar
Posting Komentar