Siswa UPT SD Negeri 36 Tonasa Parappa Tuangkan Imajinasi Lewat Kunjungan Literasi di Teras Literasi Desa Laguruda
![]() |
| Program Kunjungan Literasi Yang Digagas Mahasiswa KKN-T Literasi Unhas Desa Laguruda |
Takalarterkini.com, - Laguruda. Mahasiswa KKN Tematik Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program Kunjungan Literasi bersama siswa kelas IV UPT SD Negeri 36 Tonasa Parappa pada Selasa, 4 Agustus 2026, di Teras Literasi Desa Laguruda, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan ruang literasi desa kepada anak-anak sekaligus menumbuhkan minat membaca melalui aktivitas yang kreatif, menyenangkan, dan berbasis pada bahan bacaan. Program ini selaras dengan konsep KKN Tematik Literasi yang memanfaatkan perpustakaan desa atau taman bacaan masyarakat sebagai ruang pembelajaran aktif bagi siswa.
Sejak pagi, puluhan siswa mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh semangat. Mahasiswa KKN terlebih dahulu mengajak peserta membaca berbagai buku cerita bergambar yang telah disediakan di Teras Literasi. Setelah memahami isi bacaan, siswa diajak menuangkan imajinasi mereka ke dalam sebuah proyek kreatif.
![]() |
| Suasana Kunjungan Literasi Siswa |
Melalui pendekatan tersebut, anak-anak tidak hanya membaca, tetapi juga mengolah informasi, berkreasi, dan mengekspresikan pemahaman mereka terhadap cerita yang telah dibaca.
Pada sesi proyek literasi, siswa membuat berbagai karya menggunakan clay dengan bentuk yang beragam, seperti buah-buahan, hewan, bunga, hingga karakter yang mereka temukan dalam buku bacaan. Selain itu, peserta juga mengikuti kegiatan ecoprint, yaitu menciptakan motif menggunakan daun dan bunga yang tersedia di sekitar lingkungan Teras Literasi.
Aktivitas tersebut memperkenalkan pemanfaatan bahan-bahan alami sebagai media berkarya sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan.
![]() |
| Produk Hasil Karya Siswa Dari Bahan Bacaan |
Penanggung jawab program, Andi Ahmad Faiz Ananta M., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar anak-anak merasakan bahwa membaca bukan sekadar memahami tulisan, tetapi juga dapat melahirkan ide dan karya. Menurutnya, proyek berbasis literasi menjadi cara yang efektif untuk menghubungkan isi bacaan dengan pengalaman belajar yang menyenangkan.
"Kami ingin anak-anak melihat bahwa setiap buku menyimpan inspirasi. Setelah membaca, mereka dapat menuangkan imajinasi menjadi karya melalui clay maupun ecoprint. Dengan cara ini, proses membaca terasa lebih hidup, kreatif, dan mudah diingat," ujarnya.
Koordinator Desa KKN Tematik Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin, Andi Andhika Tumenggung A., menilai bahwa kunjungan literasi seperti ini mampu menghidupkan fungsi Teras Literasi sebagai ruang belajar bersama masyarakat. Ia berharap keberadaan fasilitas tersebut semakin dekat dengan anak-anak dan menjadi tempat yang rutin mereka kunjungi.
'Kami ingin Teras Literasi tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi menjadi ruang yang mendorong anak-anak belajar, berdiskusi, dan berkarya. Ketika mereka merasa nyaman berada di sini, budaya membaca akan tumbuh secara alami," ungkapnya.
Dosen Pendamping KKN Tematik Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin, Dr Sumarlin Rengko HR, yang menyampaikan pesannya dari luar lokasi kegiatan, mengapresiasi inovasi mahasiswa dalam mengembangkan aktivitas literasi yang bersifat partisipatif.
Menurutnya, literasi akan memberikan dampak yang lebih besar apabila dipadukan dengan kegiatan yang melibatkan kreativitas dan pengalaman langsung peserta. Ia berharap program-program serupa dapat terus dikembangkan sehingga perpustakaan desa benar-benar menjadi pusat belajar yang aktif bagi masyarakat, khususnya anak-anak.
Melalui kegiatan Kunjungan Literasi ini, mahasiswa KKN Tematik Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin di Desa Laguruda, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar berharap anak-anak semakin gemar membaca, berani berkreasi, serta memandang Teras Literasi Desa Laguruda sebagai ruang yang menyenangkan untuk belajar.
Program ini juga menunjukkan bahwa membaca dapat menjadi titik awal lahirnya kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, dan kebiasaan belajar yang diharapkan terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari. AJM/RedTT.
Sumber: Humas KKN Tematik Literasi Unhas Desa Laguruda



Komentar
Posting Komentar