Membangun Jembatan Literasi; Mahasiswa KKN-T Literasi Unhas Ajak Siswa SD Bercerita Isi Buku

 

Suasana Kegiatan Bercerita Isi Buku Mahasiswa KKN Tematik Literasi Unhas Desa Cakura Di SDN 22 Cakura

Takalarterkini.com, - Cakura Polsel. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Literasi Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar kegiatan "Bercerita Isi Buku (Mengulas Buku)" bagi siswa Sekolah Dasar (SD) kelas 1, 2, dan 3. Kegiatan yang berlangsung selama 4 hari mulai dari hari Senin-Kamis di tanggal 27-30 Juli 2026 di SDN 22 Cakura dan SDN 125 Inpres Bulukunyi ini merupakan salah satu program unggulan dalam upaya menumbuhkan minat dan kemampuan literasi anak sejak usia dini.


Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program KKN Tematik Literasi Unhas yang merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Hasanuddin dan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI). Dengan mengusung tema Penguatan Literasi Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Secara Berkelanjutan, program ini dirancang untuk membangun fondasi kemampuan membaca, memahami, dan mengomunikasikan isi bacaan melalui pendekatan yang menyenangkan dan interaktif. Dukungan penuh dari Perpusnas menjadi penanda komitmen nyata untuk mendongkrak literasi dasar hingga ke pelosok negeri.

Buku Cerita Yang Dibaca Oleh Siswa SDN 22 Cakura


Literasi merupakan keterampilan fundamental yang menjadi pintu gerbang bagi penguasaan ilmu pengetahuan lainnya. Bagi siswa kelas 1-3 SD, kemampuan membaca dan memahami bacaan bukan sekadar tuntutan kurikulum, melainkan bekal sepanjang hayat. Pada tahap ini, anak-anak berada pada masa transisi dari belajar membaca menuju membaca untuk belajar (reading to learn).


Namun, tantangan literasi di Indonesia masih cukup berat. Data UNESCO 2021 menunjukkan tingkat literasi membaca masyarakat Indonesia masih perlu ditingkatkan. Kegiatan "Bercerita Isi Buku" hadir sebagai respons terhadap tantangan tersebut. Program ini tidak hanya mengajak siswa membaca, tetapi juga menggali pemahaman mereka melalui metode bercerita (storytelling) dan diskusi ringan tentang isi buku.


Mahasiswa KKN-T Literasi Unhas menyadari bahwa pendekatan yang kaku dan membosankan justru dapat mematikan minat baca anak. Karena itu, kegiatan ini dikemas dengan penuh warna, interaksi, dan apresiasi, sehingga anak-anak merasa senang dan termotivasi untuk mengeksplorasi dunia buku. 


Perpusnas RI turut mendukung pelaksanaan program ini melalui penyediaan koleksi buku bacaan anak berkualitas yang digunakan dalam kegiatan literasi di berbagai lokasi KKN. Buku-buku yang digunakan dalam kegiatan tersebut merupakan bantuan dari Perpustakaan Nasional, sehingga tidak hanya menambah koleksi literasi sekolah, tetapi juga memperkaya pengalaman belajar siswa.


Kegiatan "Bercerita Isi Buku" memiliki sejumlah tujuan strategis, antara lain meningkatkan minat baca siswa SD kelas 1-3 melalui pendekatan yang menyenangkan dan tidak menggurui. Selain itu, kegiatan ini bertujuan mengembangkan kemampuan pemahaman dan keterampilan mengulas isi buku pada siswa usia dini, sehingga mereka tidak hanya sekadar membaca tetapi juga memahami pesan dalam bacaan.

Mahasiswa Lakukan Bimbingan Membaca Isi Cerita Buku Bagi Siswa SD


Program ini juga dirancang untuk melatih keberanian dan keterampilan komunikasi siswa melalui kegiatan bercerita di depan umum, yang sekaligus membangun rasa percaya diri sejak dini. Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya literasi sejak dini di lingkungan sekolah dasar, sebagai fondasi bagi terciptanya generasi yang kritis dan kreatif. Seluruh tujuan ini merupakan implementasi dari konsep yang dikembangkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.


Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi beberapa tahapan yang dirancang secara sistematis untuk memaksimalkan pemahaman dan partisipasi siswa. Tahap pertama adalah pembukaan, di mana mahasiswa KKN memperkenalkan diri dan menyampaikan tujuan kegiatan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami anak-anak. 


Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sesi membaca bersama, di mana mahasiswa membacakan buku cerita bergambar dengan intonasi dan ekspresi yang menarik. Buku-buku bacaan yang digunakan dalam kegiatan ini merupakan bantuan koleksi dari Perpustakaan Nasional, yang dipilih sesuai dengan usia dan tingkat pemahaman siswa kelas 1-3.


Tahap berikutnya adalah sesi diskusi dan tanya jawab, di mana siswa diajak bertanya dan menjawab pertanyaan terkait cerita yang telah dibacakan. Sesi ini bertujuan mengasah daya ingat dan pemahaman anak terhadap alur cerita, tokoh, dan pesan moral. Setelah itu, kegiatan memasuki sesi inti, yaitu sesi bercerita, di mana setiap siswa atau kelompok kecil diminta menceritakan kembali isi buku dengan bahasa mereka sendiri. 


Mahasiswa membimbing siswa untuk menyampaikan kembali cerita dengan struktur yang jelas serta mengungkapkan pendapat pribadi terhadap isi cerita. Tahap terakhir adalah penutup, yang diisi dengan refleksi, pemberian hadiah atau pujian untuk siswa yang berani bercerita, doa bersama, dan dokumentasi kegiatan.


Kegiatan "Bercerita Isi Buku" berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme. Berdasarkan observasi selama pelaksanaan, terdapat beberapa hasil yang berhasil dicapai. Pertama, tingkat partisipasi siswa terlihat sangat tinggi. Sejak sesi pembukaan hingga penutupan, siswa menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Mereka aktif merespon pertanyaan-pertanyaan ringan yang diajukan mahasiswa dan tidak ragu untuk mengangkat tangan ketika diminta maju ke depan kelas.


Kedua, kemampuan pemahaman siswa terhadap isi bacaan tergolong baik. Pada sesi diskusi dan tanya jawab, sebagian besar siswa mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan dasar tentang tokoh, latar tempat, dan alur cerita secara sederhana. Hal ini menunjukkan bahwa metode membaca nyaring (read aloud) yang dikombinasikan dengan diskusi interaktif efektif dalam meningkatkan pemahaman anak terhadap isi bacaan.


Ketiga, kegiatan ini berhasil mendorong keberanian siswa untuk bercerita di depan umum. Tantangan terbesar dalam kegiatan ini adalah mengajak siswa kelas 1-3 untuk tampil di depan umum. Namun, dengan pendekatan yang sabar dan penuh dorongan, banyak siswa yang akhirnya berani maju dan menceritakan kembali isi buku dengan gaya mereka sendiri, meskipun masih sederhana. Beberapa siswa bahkan menambahkan ekspresi dan gerakan tangan saat bercerita, yang menunjukkan bahwa mereka benar-benar menikmati prosesnya.


Keempat, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap minat baca siswa. Setelah kegiatan berakhir, terlihat peningkatan ketertarikan siswa terhadap buku-buku cerita yang tersedia di sudut baca kelas. Beberapa siswa terlihat saling meminjam buku dan berdiskusi tentang cerita yang mereka baca, sebuah indikasi awal yang positif bagi tumbuhnya budaya literasi di sekolah.


Kegiatan "Bercerita Isi Buku" memberikan dampak yang signifikan bagi berbagai pihak. Bagi siswa SD, kegiatan ini bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman dan daya ingat terhadap isi bacaan, mengembangkan keterampilan berbicara dan percaya diri di depan umum, serta menumbuhkan kecintaan terhadap buku dan kegiatan membaca sebagai aktivitas yang menyenangkan.


Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini memberikan pengalaman berharga dalam mengabdikan ilmu kepada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. Mahasiswa juga mengembangkan soft skill dalam berkomunikasi dengan anak-anak usia dini serta memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program literasi nasional yang dicanangkan pemerintah melalui kolaborasi dengan Perpustakaan Nasional.


Bagi sekolah dan masyarakat, kegiatan ini mendukung program literasi sekolah melalui pendekatan inovatif dan interaktif. Bantuan koleksi buku bacaan bermutu dari Perpusnas turut memperkaya sumber belajar di lingkungan sekolah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menjalin kerja sama yang erat antara perguruan tinggi dan institusi pendidikan dasar dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.


Kegiatan "Bercerita Isi Buku” yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Tematik Literasi Universitas Hasanuddin bagi siswa SD kelas 1-3 telah berhasil mencapai tujuannya. Melalui pendekatan yang menyenangkan dan interaktif, siswa tidak hanya diajak membaca, tetapi juga diajak untuk memahami, mengulas, dan menceritakan kembali isi buku dengan bahasa mereka sendiri.


Keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi antara Universitas Hasanuddin dan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang telah mendukung program KKN Tematik Literasi dengan menyediakan koleksi buku bacaan berkualitas serta panduan pelaksanaan program. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa upaya peningkatan literasi bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan kerja bersama dari berbagai elemen bangsa.


Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan di lebih banyak sekolah dasar, sehingga semakin banyak anak Indonesia yang tumbuh menjadi generasi berbudaya literasi. Mahasiswa KKN Tematik Literasi Unhas berkomitmen untuk terus mendukung terciptanya ekosistem literasi yang kuat, mulai dari tingkat desa hingga nasional. AJM/RedTT.


Sumber: Humas Mahasiswa KKN-T Literasi Unhas Desa Cakura

Komentar

Postingan populer dari blog ini

FORS 2025 SMAN 5 Takalar Resmi Dibuka, Angkat Semangat Sportivitas Dan Kreativitas

Aklamasi, Alauddin Torki Pimpin KONI Takalar Dalam Rapat Pleno

PGRI Takalar Gelar Rakor Jelang Pelantikan Dan Rapat Kerja