Mahasiswa KKN Unhas Serahkan Hilirisasi Book Chapter Program PELITA Di Desa Laguruda
![]() |
| Penyerahan Artikel Hasil Program Kerja Kunjungan Literasi (PELITA) oleh Mahasiswa KKN Tematik Literasi Unhas Desa Laguruda |
Takalarterkini.com, - Laguruda. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) di Desa Laguruda, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, resmi menyerahkan hilirisasi program kerja Kunjungan Literasi Perpustakaan alias PELITA (Peduli Literasi di Taman Baca) dalam bentuk book chapter berjudul "PELITA (Peduli Literasi di Taman Baca): Upaya Meningkatkan Budaya Literasi di Desa Laguruda. Penyerahan tersebut berlangsung dalam rangkaian Seminar Hasil Program Kerja KKN Tematik Literasi Gelombang 116 pada Jumat, 14 Agustus 2026, di Aula Kantor Desa Laguruda.
Program PELITA merupakan salah satu bentuk kegiatan literasi yang dirancang mahasiswa KKN untuk mendekatkan siswa dengan perpustakaan desa atau Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Secara konseptual, kegiatan kunjungan literasi di perpustakaan desa/TBM ditujukan untuk mempromosikan koleksi bacaan sekaligus meningkatkan minat baca dan budaya literasi di kalangan siswa, guru, serta orang tua apabila diperlukan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN berperan sebagai fasilitator yang mempertemukan perpustakaan desa/TBM atau sekolah sebagai mitra dengan warga sekolah sebagai objek kegiatan literasi. Skema tersebut membuka ruang bagi siswa untuk berinteraksi langsung dengan bahan bacaan melalui berbagai aktivitas yang bersifat edukatif dan menyenangkan.
Kegiatan PELITA tidak hanya berorientasi pada aktivitas membaca, tetapi juga dapat dikembangkan melalui beragam bentuk kegiatan, seperti membaca nyaring, bercerita atau storytelling, permainan edukatif berbasis literasi, pameran dan diskusi buku, serta aktivitas literasi lainnya. Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman membaca yang lebih menarik sehingga perpustakaan maupun taman baca tidak hanya dipandang sebagai tempat menyimpan buku, tetapi juga sebagai ruang belajar dan berkarya.
Penanggung jawab program PELITA, Andi Ahmad Faiz Ananta Maulana, menjelaskan bahwa hilirisasi dalam bentuk book chapter menjadi upaya untuk mendokumentasikan proses dan gagasan program secara lebih terstruktur. Menurutnya, PELITA diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan selama masa KKN, tetapi dapat meninggalkan pengetahuan dan dokumentasi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan refleksi maupun referensi untuk pengembangan kegiatan literasi di Desa Laguruda.
"Melalui book chapter ini, kami ingin menjadikan PELITA bukan hanya sebagai kegiatan yang selesai ketika mahasiswa KKN meninggalkan desa, tetapi juga sebagai dokumentasi yang merekam upaya membangun budaya literasi di Desa Laguruda. Harapannya, gagasan dan pengalaman yang kami tuangkan dapat menjadi bahan bagi masyarakat maupun pihak terkait untuk melanjutkan kegiatan literasi secara berkelanjutan," ujar Andi Ahmad Faiz Ananta Maulana.
Menurut Dr. Sumarlin Rengko HR, selaku Dosen Pembimbing KKN (DPK), program literasi yang dilakukan mahasiswa memiliki nilai penting ketika mampu meninggalkan pengetahuan dan pengalaman yang dapat diteruskan oleh masyarakat. Meskipun disampaikan dari jauh, ia menilai hilirisasi program melalui book chapter menunjukkan bahwa kegiatan KKN tidak semata-mata berakhir pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan dokumentasi akademik yang memiliki manfaat lebih panjang.
"Dari jauh saya melihat PELITA sebagai sebuah proses yang mempertemukan mahasiswa, buku, dan masyarakat dalam satu ruang pembelajaran. Yang lebih penting, pengalaman tersebut kemudian diolah menjadi sebuah book chapter. Artinya, kegiatan yang dilakukan mahasiswa tidak berhenti sebagai dokumentasi kegiatan, tetapi berusaha meninggalkan gagasan yang dapat dibaca, dipelajari, dan dikembangkan kembali. Inilah salah satu bentuk hilirisasi pengetahuan yang penting dari pelaksanaan KKN Tematik Literasi," tutur Dr. Sumarlin Rengko HR.
Proses kegiatan PELITA sendiri membutuhkan persiapan yang meliputi penyiapan lokasi perpustakaan desa/TBM, penentuan siswa yang dilibatkan, penentuan bentuk kegiatan, koordinasi dengan pihak sekolah, penyediaan perlengkapan, pembagian tugas, hingga promosi kegiatan. Tahapan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan kunjungan literasi memerlukan kolaborasi dan persiapan agar aktivitas yang diberikan sesuai dengan sasaran.
Pelaksanaan kegiatan literasi dirancang dalam rentang waktu sekitar 60–180 menit yang terdiri atas pembukaan, aktivitas inti, serta apresiasi atau penghargaan. Setelah kegiatan, evaluasi dilakukan melalui observasi terhadap partisipasi siswa dan penyusunan laporan yang memuat hasil kunjungan, aktivitas literasi yang telah dilakukan, serta rekomendasi untuk kegiatan kunjungan berikutnya.
Penyerahan book chapter pada Seminar Hasil Program Kerja KKN menjadi penanda bahwa program PELITA telah diarahkan pada tahap hilirisasi pengetahuan. Kehadiran karya tersebut diharapkan dapat menjadi rekam jejak pelaksanaan program sekaligus memperkuat upaya membangun budaya literasi di Desa Laguruda.
Melalui PELITA, mahasiswa KKN Tematik Literasi Gelombang 116 Unhas berupaya menghadirkan kegiatan yang tidak hanya mengajak siswa berinteraksi dengan buku, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan yang lebih dekat dengan aktivitas membaca dan pembelajaran. AJM/RedTT.
Sumber: Humas KKN Tematik Literasi Unhas Desa Laguruda

Komentar
Posting Komentar