Mahasiswa KKN Unhas Serahkan Hilirisasi Program BOOKA! ke Sekolah Dasar Di Desa Laguruda
![]() |
| Penyerahan Buku Berjudul BOOKA! oleh Mahasiswa KKN Tematik Literasi Unhas Desa Laguruda |
Takalarterkini.com, - Laguruda. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) di Desa Laguruda, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, melakukan penyerahan hilirisasi program kerja Membuat Proyek Berbasis Isi Buku Bacaan atau BOOKA! (Buku Bikin Karya) kepada UPT SD Negeri 31 Lau dan UPT SD Negeri 36 Tonasa Parappa, Sabtu (15/08). Hilirisasi tersebut diwujudkan melalui sebuah buku saku berjudul "BOOKA! (Buku Bikin Karya)" yang menjadi luaran dari rangkaian kegiatan literasi berbasis proyek yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa KKN.
Program BOOKA! dirancang untuk mengembangkan pemahaman siswa terhadap bacaan melalui kegiatan yang konkret dan menghasilkan sebuah karya. Konsep tersebut sejalan dengan materi pembekalan KKN Literasi yang menekankan bahwa proyek berbasis isi buku dapat membantu anak mengubah pemahaman terhadap bacaan menjadi aktivitas nyata. Dalam pelaksanaannya, siswa tidak hanya diarahkan untuk membaca, tetapi juga mengembangkan ide dari buku yang dibaca menjadi sebuah proyek kreatif.
Buku saku "BOOKA! (Buku Bikin Karya)" disusun sebagai bentuk dokumentasi sekaligus produk hilirisasi dari proses tersebut. Kehadiran buku ini diharapkan dapat menjadi media yang membantu guru dan siswa mengenal kembali pendekatan literasi berbasis proyek serta menjadi referensi untuk mengembangkan kegiatan serupa setelah masa pengabdian mahasiswa KKN berakhir. Penyusunan dan pelaksanaan program juga mengikuti tahapan persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut sebagaimana ditekankan dalam materi pembekalan.
Penanggung jawab program, Fitrah Fatima Alsyahari, menjelaskan bahwa hilirisasi BOOKA! merupakan upaya untuk memastikan kegiatan yang telah dilakukan selama KKN tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Menurutnya, buku saku tersebut menjadi bentuk nyata dari proses membaca, memahami, berkarya, dan mendokumentasikan pengalaman siswa selama mengikuti program. Dengan demikian, hasil kegiatan dapat terus dimanfaatkan oleh sekolah sebagai bagian dari penguatan budaya literasi.
"BOOKA! hadirkan bukan sekadar sebagai hasil akhir kegiatan, tetapi sebagai jejak dari proses anak-anak dalam mengolah isi buku menjadi sesuatu yang nyata. Melalui buku saku ini, kami berharap sekolah dapat terus mengembangkan kegiatan literasi yang membuat anak membaca sekaligus berkarya," ujar Fitrah.
Konsep tersebut juga menempatkan anak sebagai bagian aktif dalam proses pembelajaran. Materi pembekalan KKN Literasi menegaskan bahwa fokus kegiatan berada pada proses dan pelibatan anak. Anak didorong untuk membaca, merangkum, mengikuti tahapan proyek, berkontribusi dalam kegiatan, hingga melakukan refleksi terhadap pengalaman yang telah mereka jalani.
Penyerahan buku saku kepada UPT SD Negeri 31 Lau dan UPT SD Negeri 36 Tonasa Parappa sekaligus menjadi bentuk keberlanjutan program KKN Tematik Literasi Gelombang 116 di Desa Laguruda. Hilirisasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi sekolah, khususnya dalam menyediakan contoh kegiatan literasi yang menghubungkan bahan bacaan dengan pengalaman belajar yang kreatif, kolaboratif, dan aplikatif.
Dari jauh, Dr. Sumarlin Rengko HR, selaku Dosen Pembimbing KKN (DPK) menyampaikan apresiasinya terhadap langkah mahasiswa dalam menghilirkan program BOOKA! melalui buku saku. Menurutnya, keberhasilan sebuah program literasi tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa meninggalkan produk dan pengetahuan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setelah program KKN selesai.
"Yang paling penting dari sebuah program pengabdian bukan hanya bagaimana kegiatan itu dilaksanakan, tetapi bagaimana hasilnya dapat terus hidup setelah mahasiswa meninggalkan lokasi. BOOKA! menjadi contoh bahwa literasi dapat dikembangkan dari membaca menuju proses berkarya. Ketika pengalaman tersebut kemudian dihimpun menjadi buku saku dan diserahkan kepada sekolah, maka ada pengetahuan yang ditinggalkan dan dapat dikembangkan kembali oleh guru maupun siswa," ungkap Dr. Sumarlin.
Ia menambahkan bahwa pendekatan tersebut relevan dengan tujuan KKN Tematik Literasi karena mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga sebagai fasilitator yang mendorong sekolah dan peserta didik membangun kebiasaan literasi secara berkelanjutan. Materi program sendiri menyebutkan bahwa kegiatan berbasis proyek dapat meningkatkan antusiasme anak dalam membaca dan berbicara, kemampuan berpikir kritis dan komunikasi, serta membuka peluang keberlanjutan melalui keterlibatan perpustakaan sekolah dan komunitas literasi.
Penyerahan buku saku BOOKA! menjadi penanda bahwa rangkaian program kerja mahasiswa KKN Tematik Literasi Gelombang 116 tidak berhenti pada aktivitas di lapangan, tetapi dilanjutkan melalui produk yang dapat dimanfaatkan oleh sekolah. Melalui hilirisasi ini, mahasiswa berharap semangat "Buku Bikin Karya" dapat terus tumbuh di kalangan siswa UPT SD Negeri 31 Lau dan UPT SD Negeri 36 Tonasa Parappa, sehingga membaca tidak hanya menjadi kegiatan memahami teks, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk menciptakan karya dan pengalaman belajar yang bermakna. AJM/RedTT.
Sumber: Humas KKN Tematik Literasi Unhas Desa Laguruda

Komentar
Posting Komentar