Mahasiswa KKN UNHAS Ciptakan Program Tappa’ma Inklusi Dan Komunikasi Inklusif di kelurahan Bajeng Takalar
![]() |
| Foto Bersama Setelah Pelaksanaan Kegiatan TAPPA'MA Mahasiswa KKN-T Literasi Unhas Kelurahan Bajeng |
Takalarterkini.com, - Bajeng Pattallasang. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja bertajuk "Tappa'ma Inklusif: Menulis Cerita lewat isyarat dan kata" bagi anak-anak sekolah dasar dan menengah pertama di kabupaten Takalar.
Program Tappa’ma Inklusif dilaksanakan di SDN 45 Biribalang pada 23 Juli 2026 dan MTs Al Qamar pada 29 hingga 3 Juli Agustus 2026 sebagai bagian dari program kerja KKN Tematik Literasi Universitas Hasanuddin Gelombang 116. Kegiatan ini bertujuan menggabungkan literasi membaca, menulis, diskusi, serta pengenalan bahasa isyarat dalam menciptakan ruang belajar yang inklusif.
Pelaksanaan Kegiatan di SDN 45 Biribalang diarahkan pada pengenalan literasi inklusif melalui membaca bersama, belajar bahasa isyarat, memahami isi bacaan, diskusi, menulis cerita sederhana dan mempresentasikan hasil cerita. Sementara di MTs Al Qamar, kegiatan dikembangkan melalui membaca, mengulas bacaan, berdiskusi, mengembangkan gagasan, belajar bahasa isyarat, permainan menebak kata dengan bahasa isyarat dan menghasilkan tulisan kreatif berdasarkan pemahaman peserta lalu di prensetasikan.
Penanggung jawab program, Fitrah Ramadhan, menjelaskan bahwa pelaksanaan program Tappa’ma Inklusif, kegiatan tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memiliki kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mampu memahami informasi dan menyampaikan gagasan melalui berbagai bentuk komunikasi.
Menurut Fitrah, literasi bukan hanya bagaimana anak mampu membaca sebuah tulisan, tetapi bagaimana mereka memahami apa yang dibaca dan berani menyampaikan kembali pemikirannya. Melalui Tappa’ma Inklusif, kami ingin menunjukkan bahwa setiap anak memiliki cara yang setara dalam belajar dan berkomunikasi,” ujar Fitrah Ramadhan.
Ia menilai pengenalan bahasa isyarat menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran peserta mengenai keberagaman komunikasi. Bahasa isyarat diperkenalkan sebagai salah satu media yang dapat digunakan bersama bahasa verbal dan tulisan untuk memperluas akses komunikasi.
Program Tappa’ma Inklusif juga menjadi ruang bagi peserta untuk mengembangkan kreativitas, kepercayaan diri, kemampuan berpikir kritis, dan kerja sama. Pendekatan yang digunakan menempatkan peserta sebagai bagian aktif dalam proses pembelajaran, bukan sekadar penerima materi.
Melalui program "Tappa'ma Inklusif; Menulis Cerita dengan Isyarat dan kata", Mahasiswa KKN Tematik Literasi Universitas Hasanuddin berharap pengalaman yang diperoleh selama kegiatan dapat terus berkembang setelah program KKN berakhir. “Harapannya, budaya membaca, menulis, berdiskusi, dan saling menghargai dapat terus tumbuh di sekolah dan masyarakat. Inklusivitas bagi setiap individu berarti memberikan kesempatan yang sama kepada setiap orang untuk belajar, berpartisipasi, dan didengar serta memperkuat minat keberadaan literasi yang inklusif dan berkelanjutan,”. AJM/RedTT.
Sumber: Humas KKN Tematik Literasi Unhas Kelurahan Bajeng

Komentar
Posting Komentar