Mahasiswa KKN Tematik Literasi Gelombang 116 Unhas Melaksanakan Seminar Hasil Di Desa Bontomanai - Takalar
![]() |
| Foto Bersama Setelah Pelaksanaan Kegiatan Seminar Hasil Program Kerja Mahasiswa KKN-T Literasi Unhas Desa Bontomanai |
Takalarterkini.com, - Bontomanai Marbo. Mahasiswa KKN Tematik Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan Seminar Hasil sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan program kerja literasi di Desa Bontomanai, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar. Kegiatan ini menjadi momentum untuk menyampaikan hasil pelaksanaan berbagai program literasi sekaligus mengevaluasi capaian dan keberlanjutan kegiatan yang telah dilaksanakan selama masa pengabdian.
Seminar hasil tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Bontomanai Muhammad Aris, BABINSA, Perwakilan sekolah SD Negeri 112 Inpres Bontomanai, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta berbagai pihak yang turut mendukung pelaksanaan program KKN Tematik Literasi. Kehadiran berbagai unsur masyarakat menunjukkan adanya dukungan dan keterlibatan bersama dalam pengembangan budaya literasi di Desa Bontomanai.
![]() |
| Suasana Kegiatan Pembukaan Seminar Hasil Program Kerja Mahasiswa KKN-T Literasi Unhas |
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memaparkan hasil dari sejumlah program kerja yang telah dilaksanakan, meliputi pengelolaan perpustakaan/Taman Bacaan Masyarakat (TBM), kegiatan membaca nyaring, Cerdas Mengulas Buku, pembuatan proyek berbasis isi buku bacaan, menulis cerita berbasis buku, kunjungan literasi, serta apresiasi literasi.
Program-program tersebut dirancang untuk meningkatkan minat baca, kemampuan memahami bacaan, kreativitas, serta keterampilan peserta didik dalam menyampaikan kembali informasi yang diperoleh dari bahan bacaan.
Seluruh program kerja yang telah direncanakan berhasil dilaksanakan oleh Mahasiswa KKN Tematik Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin sesuai dengan arahan dan program yang diberikan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas).
Setiap kegiatan dilaksanakan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masyarakat serta peserta didik di Desa Bontomanai. Dukungan dari pihak desa, sekolah, dan masyarakat turut menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan seluruh program.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menjalankan program sesuai arahan Perpusnas, tetapi juga memberikan kontribusi dalam meningkatkan minat baca, kemampuan memahami bacaan, kreativitas, dan keterampilan literasi peserta didik.
Selain pelaksanaan kegiatan di sekolah, mahasiswa juga memberikan perhatian terhadap pengelolaan perpustakaan dan pengembangan ruang baca. Dalam seminar hasil, Mahasiswa KKN menyampaikan pentingnya menghidupkan kembali perpustakaan sekolah, termasuk melakukan penataan dan pelabelan buku, membuat sudut baca, serta memberikan pendampingan kepada siswa kelas I–III yang masih mengalami kesulitan dalam membaca.
Sebagai salah satu alternatif pengembangan kegiatan literasi, mahasiswa memperkenalkan penggunaan aplikasi iPusnas sebagai sarana membaca digital yang dapat membuat kegiatan literasi lebih menarik dan interaktif bagi siswa.
Pelaksanaan program kerja juga menunjukkan bahwa kegiatan literasi tidak hanya berfokus pada aktivitas membaca, tetapi turut mendorong siswa untuk berpikir kritis, berkreasi, dan menghasilkan karya berdasarkan bahan bacaan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membentuk kebiasaan membaca yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi berkembang menjadi budaya literasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Seminar hasil juga menjadi ruang evaluasi untuk mengidentifikasi berbagai hal yang masih perlu dikembangkan setelah masa KKN berakhir. Mahasiswa berharap pengelolaan perpustakaan dan TBM dapat terus dilanjutkan, kegiatan membaca dapat dilakukan secara rutin, serta ruang-ruang literasi yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh anak-anak dan masyarakat.
Dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk pemerintah desa, pihak sekolah, BABINSA, BHABINKAMTIBMAS, tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh dusun menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan program. Melalui Seminar Hasil ini, Mahasiswa KKN Tematik Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap program yang telah dilaksanakan tidak berhenti setelah masa pengabdian berakhir, tetapi dapat terus berkembang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Desa Bontomanai.
Muhammad Aris selaku kepala desa Bontomanai memberikan pendapatnya terkait kegiatan KKN yang telah dilaksanakan, "Saya ucapkan banyak terima kasih kepada mahasiswa KKN atas pengabdiannya selama kurang lebih satu bulan di desa ini. Saya juga memohon maaf bila ada salah kata atau perbuatan dari mahasiswa selama berkegiatan. Harapan saya, semoga apa yang didapat selama berkegiatan dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa, universitas, dan masyarakat".
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung peningkatan budaya literasi di tingkat desa. Dengan adanya kolaborasi dan komitmen berkelanjutan dari seluruh pihak, Desa Bontomanai diharapkan mampu membangun lingkungan literasi yang aktif, inklusif, dan berkelanjutan menuju masyarakat yang lebih cerdas, kreatif, dan mandiri. AJM/RedTT.
Sumber: Humas KKN Tematik Literasi Unhas Desa Bontomanai


Komentar
Posting Komentar