Mahasiswa KKN Tematik Literasi Gelombang 116 Unhas Gelar PACCE, Apresiasi Literasi Siswa-Siswi Di Desa Laguruda
![]() |
| Apresiasi Literasi Tingkat Desa Laguruda Di Gelar Mahasiswa KKN-T Literasi Unhas |
Takalarterkini.com, - Laguruda Sanrobone. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) di Desa Laguruda, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, menyelenggarakan PACCE (Penghargaan, Apresiasi, Cipta, Cerdas, Eksplorasi) pada Senin, 10 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Laguruda ini menjadi bagian dari program Apresiasi Literasi Tingkat Desa yang bertujuan memberikan ruang kepada siswa untuk menunjukkan pemahaman terhadap buku bacaan melalui karya kreatif.
PACCE dirancang sebagai bentuk apresiasi terhadap proses literasi yang telah dilakukan selama pelaksanaan KKN Tematik Literasi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN tidak hanya menempatkan membaca sebagai aktivitas memahami isi buku, tetapi juga mendorong siswa untuk mengolah pemahaman tersebut menjadi sebuah karya.
![]() |
| Foto Bersama Setelah Pelaksanaan Kegiatan Apresiasi Literasi Tingkat Desa Laguruda |
Konsep ini sejalan dengan Apresiasi Literasi Tingkat Desa yang mengarahkan kegiatan lomba pada hasil karya proyek berbasis isi buku bacaan. Dalam pedoman Perpusnas, kegiatan ditujukan bagi siswa SD kelas 3–6 dengan penilaian berdasarkan hasil karya proyek yang dibuat.
Sebanyak 16 siswa dari dua sekolah dasar di Desa Laguruda mengikuti PACCE. Peserta berasal dari UPT SD Negeri 31 Lau dan UPT SD Negeri 36 Tonasa Parappa, dengan masing-masing sekolah mengirimkan delapan siswa. Peserta mewakili kelas 3 hingga kelas 6, dengan dua siswa dari setiap tingkat kelas. Komposisi tersebut memberikan kesempatan yang setara bagi siswa dari kedua sekolah untuk berpartisipasi dalam kegiatan literasi tingkat desa.
Dalam pelaksanaannya, peserta mengembangkan isi buku bacaan ke dalam karya visual melalui kegiatan menggambar dan mewarnai. Karya yang dihasilkan menjadi media bagi siswa untuk memperlihatkan bagaimana mereka memahami, menafsirkan, dan mengembangkan gagasan dari bahan bacaan.
Dengan demikian, PACCE tidak hanya menilai hasil akhir karya, tetapi juga menjadi ruang untuk menghubungkan kegiatan membaca dengan kreativitas dan kemampuan siswa dalam mengaplikasikan pemahaman mereka ke dalam bentuk nyata.
Hal ini sesuai dengan tujuan program Perpusnas yang mengharapkan siswa memiliki pemahaman mendalam terhadap materi buku dan mampu mengaplikasikan konsep yang dipelajari dalam bentuk karya nyata.
Penanggung jawab PACCE sekaligus Koordinator Desa KKN Tematik Literasi Gelombang 116, Andi Andhika Tumenggung A., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memberikan penghargaan kepada siswa atas keterlibatan mereka dalam rangkaian program literasi di Desa Laguruda. "PACCE kami hadirkan sebagai bentuk apresiasi kepada anak-anak yang telah mengikuti rangkaian kegiatan literasi.
Kami ingin memberikan ruang kepada mereka untuk menunjukkan bahwa apa yang mereka baca dapat dikembangkan menjadi sebuah karya. Melalui PACCE, kami berharap anak-anak semakin percaya diri untuk membaca, memahami isi bacaan, kemudian mengekspresikannya melalui kreativitas mereka," ujar Andi Andhika Tumenggung A.
Setelah seluruh karya peserta dinilai, panitia mengumumkan para pemenang PACCE. Juara 1 diraih oleh Azka Rafa Saputra dari UPT SD Negeri 36 Tonasa Parappa. Juara 2 diraih oleh Nur Sakinah dari UPT SD Negeri 31 Lau, sedangkan Juara 3 diraih oleh Naurah Chairunnisa dari UPT SD Negeri 31 Lau. Sementara itu, penghargaan juara harapan diberikan kepada Muhammad Aidil Putra, Muh. Alif Baharuddin, dan Zahira Dzulhijjah yang berasal dari UPT SD Negeri 36 Tonasa Parappa.
Dari tempat yang berbeda, Dr Sumarlin Rengko, selaku Dosen Pendamping KKN (DPK), turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan PACCE. Meskipun tidak berada langsung di lokasi kegiatan, ia menilai kegiatan apresiasi literasi di tingkat desa memiliki peran penting dalam memperluas pengalaman literasi siswa. "Apresiasi Literasi melalui PACCE merupakan ruang bagi anak-anak untuk memperlihatkan hasil dari proses membaca dan memahami buku.
Kegiatan seperti ini penting karena literasi tidak berhenti pada kemampuan membaca, tetapi juga bagaimana anak mampu mengolah pemahamannya menjadi gagasan dan karya. Saya mengapresiasi mahasiswa KKN yang telah mengembangkan kegiatan literasi menjadi ruang yang kompetitif sekaligus edukatif bagi siswa di Desa Laguruda," ungkap Dr. Sumarlin Rengko HR.
Pelaksanaan PACCE juga menjadi bentuk keterlibatan mahasiswa KKN dalam membangun ekosistem literasi yang tidak hanya berlangsung di lingkungan sekolah, tetapi juga di tingkat desa. Apresiasi Literasi Tingkat Desa menekankan bahwa kegiatan literasi melalui KKN dapat dikembangkan menjadi bentuk lomba yang diselenggarakan di tingkat desa. Hal tersebut juga mengarahkan mahasiswa untuk mempertimbangkan kondisi peserta dan kebutuhan masyarakat setempat dalam menentukan bentuk kegiatan.
Melalui PACCE, mahasiswa KKN Tematik Literasi Gelombang 116 Unhas di Desa Laguruda berharap kegiatan apresiasi literasi dapat memberikan pengalaman positif bagi siswa UPT SD Negeri 31 Lau dan UPT SD Negeri 36 Tonasa Parappa. Kegiatan ini menjadi ruang untuk mengapresiasi keberanian siswa dalam berkarya, sekaligus mendorong mereka untuk melihat buku sebagai sumber pengetahuan yang dapat melahirkan berbagai bentuk kreativitas.
Dengan demikian, PACCE tidak hanya menjadi agenda perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan literasi yang lebih aktif di Desa Laguruda. AJM/RedTT.
Sumber: Humas KKN-T Literasi Unhas Desa Laguruda


Komentar
Posting Komentar