Mahasiswa KKN Tematik Literasi Gelombang 116 Unhas Di Desa Laguruda Laksanakan Monitoring Dan Evaluasi Akhir Program Kerja
![]() |
| Suasana Monitoring dan Evaluasi Dosen Pembimbing Mahasiswa KKN-T Literasi Unhas Desa Laguruda |
Takalarterkini.com, - Laguruda. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) akhir di Desa Laguruda, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari evaluasi perkembangan seluruh program kerja wajib dan program kerja tambahan yang telah dirancang dan dijalankan selama pelaksanaan KKN.
Monev akhir dilakukan untuk melihat capaian setiap program, mengidentifikasi kegiatan yang telah terlaksana, serta mengevaluasi program yang masih berada pada tahap persiapan. Evaluasi mencakup program wajib literasi yang menjadi bagian dari arahan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia serta berbagai program tambahan yang disusun mahasiswa berdasarkan kebutuhan dan potensi masyarakat Desa Laguruda.
Setiap mahasiswa menyampaikan perkembangan program kerja, lokasi pelaksanaan, jumlah pertemuan, capaian kegiatan, serta tindak lanjut yang masih diperlukan.
Pada program wajib, kegiatan NYALA (Nyaringkan Cerita, Lahirkan Generasi Anak) menjadi salah satu program dengan pelaksanaan paling intensif. Program ini telah dilaksanakan sebanyak delapan kali pertemuan di lima lokasi kegiatan yang mencakup TK Bina Harapanku, UPT SD Negeri 31 Lau, dan UPT SD Negeri 36 Tonasa Parappa.
Kegiatan NYALA diarahkan untuk membangun pengalaman membaca yang menyenangkan sekaligus mendorong anak untuk menyimak, memahami, dan menyampaikan kembali cerita dari buku bacaan.
Program wajib berikutnya adalah CARADDE (Cakap, Rasional, dan Edukatif dalam Mengulas Bacaan) yang telah dilaksanakan sebanyak dua kali. Kegiatan tersebut berlangsung di UPT SD Negeri 31 Lau dan UPT SD Negeri 36 Tonasa Parappa dengan sasaran khusus siswa kelas III. Melalui kegiatan ini, siswa diarahkan untuk tidak hanya membaca, tetapi juga memahami isi bacaan dan mengemukakan ulasan berdasarkan pemahaman mereka terhadap buku yang dibaca.
Sementara itu, TABE' (Tambah Wawasan melalui Berkarya) telah dilaksanakan sebanyak dua kali di UPT SD Negeri 31 Lau dan UPT SD Negeri 36 Tonasa Parappa dengan sasaran siswa kelas VI. Program BOOKA! (Buku Bikin Karya) juga telah terlaksana sebanyak empat kali di beberapa lokasi, yaitu UPT SD Negeri 31 Lau kelas IV, UPT SD Negeri 36 Tonasa Parappa kelas IV dan V, serta Teras Literasi Desa Laguruda.
Kedua program tersebut menghubungkan kegiatan membaca dengan aktivitas berkarya sehingga siswa dapat mengembangkan pemahaman terhadap bacaan melalui hasil karya.
Program PELITA (Peduli Literasi di Taman Baca) telah terlaksana sebanyak dua kali. Kegiatan ini mengajak siswa UPT SD Negeri 31 Lau dan UPT SD Negeri 36 Tonasa Parappa pada hari yang berbeda untuk mengunjungi Teras Literasi Desa Laguruda. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman kepada siswa untuk memanfaatkan ruang literasi di luar lingkungan sekolah.
Adapun program PACCE (Penghargaan, Apresiasi, Cipta, Cerdas, Eksplorasi) belum dilaksanakan karena masih berada dalam tahap persiapan dan perencanaan pelaksanaan.
Selain program wajib, mahasiswa juga melaporkan perkembangan sejumlah program tambahan yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat dan potensi Desa Laguruda. Salah satunya adalah Pembuatan Peta Administrasi Desa Laguruda.
Desain peta telah dibuat dan saat ini dikembangkan dengan penambahan QR Code. Fitur tersebut dirancang agar masyarakat dapat memperoleh akses informasi yang lebih mudah melalui perangkat digital.
Program tambahan lainnya, yaitu Sosialisasi GEMARI (Gemar Makan Ikan) untuk Mencegah Stunting, telah terlaksana sebagai kegiatan edukasi kepada siswa. Program Sosialisasi Pahlawan Cilik Penjaga Laut juga telah dilaksanakan dan dilanjutkan dengan implementasi berupa kegiatan kepedulian terhadap lingkungan pesisir Desa Laguruda.
Kegiatan ini mengajak anak-anak mengenal pentingnya menjaga kebersihan laut sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Pada bidang dokumentasi pengetahuan lokal, mahasiswa menjalankan program Kamus Mini Jejak Bahasa Pesisir dengan menghimpun berbagai kosakata yang digunakan masyarakat Desa Laguruda.
Pengumpulan kosakata dilakukan melalui interaksi dengan masyarakat untuk mengenali istilah dan penggunaan bahasa yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Program lainnya berupa penyusunan artikel mengenai pengetahuan lokal masyarakat Desa Laguruda terkait pembudidayaan rumput laut juga telah memasuki tahap penghimpunan informasi.
Mahasiswa menggali pengalaman dan pengetahuan masyarakat mengenai praktik pembudidayaan rumput laut sebagai bagian dari upaya mendokumentasikan pengetahuan lokal yang berkembang di wilayah pesisir.
Pelaksanaan Monev akhir juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk melakukan refleksi terhadap proses pelaksanaan program selama berada di Desa Laguruda. Dalam evaluasi tersebut, mahasiswa tidak hanya melihat jumlah kegiatan yang telah dilaksanakan, tetapi juga mempertimbangkan kesesuaian program dengan sasaran, keberlanjutan kegiatan, serta manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat dan siswa.
Arahan dari DPK, Dr Sumarlin Rengko HR, turut menjadi landasan bagi mahasiswa untuk memastikan bahwa setiap program tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi memiliki hasil yang dapat dipertanggungjawabkan dan terdokumentasi dengan baik.
Dari sisi koordinasi lapangan, evaluasi juga memperlihatkan pentingnya komunikasi antara mahasiswa, pemerintah desa, sekolah, dan masyarakat. Koordinator Desa, Andi Andhika Tumenggung A., menekankan melalui proses koordinasi selama kegiatan bahwa setiap program perlu diselesaikan secara terarah, dengan memperhatikan kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat Desa Laguruda. Koordinasi tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan program wajib maupun tambahan dapat berjalan sesuai dengan rencana.
Monev akhir menjadi salah satu tahapan penting bagi mahasiswa KKN Tematik Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin sebelum menyelesaikan seluruh rangkaian pengabdian di Desa Laguruda. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar program telah terlaksana, sementara beberapa program masih membutuhkan penyelesaian dan persiapan lanjutan.
Melalui evaluasi ini, mahasiswa diharapkan mampu menuntaskan program yang tersisa, memperkuat dokumentasi hasil kegiatan, serta meninggalkan luaran yang dapat memberikan manfaat bagi pengembangan literasi dan penguatan potensi masyarakat Desa Laguruda. AJM/RedTT.
Sumber: Humas KKN Tematik Literasi Unhas Desa Laguruda

Komentar
Posting Komentar