Lewat Program SADAR, Mahasiswa KKN Unhas Ajak Siswa SDN 46 Salaka Gemar Menyimak Cerita

 

Mahasiswa KKN-T Literasi Unhas Kelurahan Salaka Melaksanakan Kegiatan SADAR

Takalarterkini.com, - Salaka Pattallasang. Suasana ruang Kelas 3 UPT SD Negeri 46 Salaka riuh oleh tawa dan seruan antusias, Senin (3/8). Bukan karena jam istirahat, melainkan karena murid-murid tengah berebut menjawab pertanyaan seputar cerita yang baru saja dibacakan. Momen itu menjadi bagian dari program kerja SADAR (Sadarkan Anak dalam Aktif Berliterasi melalui Membaca Nyaring) yang digagas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Universitas Hasanuddin dari Posko Salaka 1.


Program yang dipusatkan di UPT SD Negeri 46 Salaka, Kelurahan Salaka, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, ini dijalankan oleh Humairah, mahasiswa jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, dengan dukungan teman-teman posko. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program kerja yang sebelumnya telah direncanakan dan disepakati bersama tim KKN.


Berbeda dari sesi membaca pada umumnya, SADAR mengedepankan cara membaca nyaring atau membacakan cerita secara langsung dan ekspresif kepada siswa. Kegiatan dibuka dengan pengenalan singkat tentang cerita yang akan dibawakan. Humairah kemudian membacakan buku cerita dengan memperhatikan intonasi, ekspresi, dan pelafalan agar isinya mudah dipahami murid-murid yang menyimak penuh perhatian. Setelah cerita usai dibacakan, ia melontarkan sejumlah pertanyaan seputar tokoh, alur, hingga pesan moral cerita, sekaligus mengukur pemahaman siswa dan mendorong mereka berani menyampaikan pendapat.


Antusiasme siswa itu turut menjadi sorotan Kepala UPT SD Negeri 46 Salaka, Hj. Sri Rejekiwati Abdul Gani, S.Pd. Ia menilai kegiatan membaca nyaring efektif membangun kebiasaan menyimak pada anak-anak.


“Anak-anak memang senang kalau dibacakan cerita. Tadi saya lihat mereka benar-benar menyimak, bahkan bisa menjawab pertanyaan tentang isi cerita setelah kegiatan selesai. Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa semakin menumbuhkan kebiasaan menyimak dan kecintaan mereka terhadap buku sejak dini,” katanya.


Penilaian serupa datang dari Dosen Pembimbing Kegiatan (DPK), Sumarlin Rengko, dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin. Menurutnya, esensi membaca nyaring terletak pada interaksi yang dibangun setelah cerita dibacakan, bukan sekadar penyampaian isi buku.


“Membaca nyaring bukan sekadar membacakan cerita kepada anak-anak, tetapi juga mengajak mereka berpikir dan memahami isi bacaan. Saya mengapresiasi mahasiswa yang mampu membangun interaksi dengan siswa melalui pertanyaan-pertanyaan sederhana sehingga suasana belajar menjadi lebih aktif,” ujarnya.


Di balik kelancaran kegiatan, ada persiapan yang lebih dulu dimatangkan tim posko. Koordinator Desa Posko Salaka 1 sekaligus Ketua Kelompok, Rhesa Ardiyanto, mengungkapkan bahwa strategi penyampaian cerita telah didiskusikan bersama sebelum kegiatan berlangsung.


“Sebelum kegiatan dimulai, kami berdiskusi bersama mengenai cara membawakan cerita agar anak-anak tidak cepat bosan. Alhamdulillah, teman-teman bisa menjalankan kegiatan dengan baik, dan siswa juga terlihat menikmati setiap bagian cerita yang dibacakan,” tuturnya.


Humairah sendiri mengaku sempat ragu di awal kegiatan, sebelum akhirnya melihat langsung respons antusias dari murid-murid yang ia dampingi.


“Awalnya saya sempat berpikir apakah anak-anak akan fokus mendengarkan cerita sampai selesai. Ternyata mereka justru aktif mengikuti jalannya cerita dan berebut menjawab saat saya mengajukan pertanyaan. Melihat respons mereka seperti itu membuat saya merasa kegiatan membaca nyaring ini benar-benar menyenangkan sekaligus bermanfaat,” ungkapnya.


Melalui program SADAR, mahasiswa KKN Tematik Literasi Unhas Posko Salaka 1 berharap kebiasaan menyimak dan menikmati cerita dapat tumbuh lebih kuat di kalangan siswa UPT SD Negeri 46 Salaka, sebagai salah satu fondasi penting dalam membentuk generasi yang gemar berliterasi. AJM/RedTT.


Sumber: Humas KKN Tematik Literasi Unhas Kelurahan Salaka 

Komentar