Keterbatasan Fasilitas Dan Kemampuan Membaca Jadi Tantangan Literasi Di Pattallassang

Foto Kegiatan "Cerdas Mengulas Buku" oleh Mahasiswa KKN Tematik Literasi Unhas Kelurahan Pattallassang 


Takalarterkini.com, - Pattallassang. Persoalan literasi masih menjadi tantangan yang ditemukan mahasiswa KKN-T Literasi Universitas Hasanuddin Gelombang 116 di SDN 201 Inpres Palemba dan SDN 3 Pattallassang, Kelurahan Pattallassang 1, Kabupaten Takalar. Selama pelaksanaan kegiatan literasi pada 2026, mahasiswa menemukan sejumlah siswa yang masih belum mampu membaca dengan lancar, bahkan beberapa siswa kelas VI masih terbata-bata saat membaca.


Kondisi tersebut menjadi kendala dalam pelaksanaan sejumlah program kerja, salah satunya "Cerdas Mengulas Buku". Program yang mengajak siswa membaca, memahami, dan menceritakan kembali isi buku menjadi lebih sulit dilakukan ketika kemampuan membaca siswa masih terbatas. Mahasiswa pun perlu menyesuaikan kegiatan dengan memberikan pendampingan membaca terlebih dahulu.


Selain kemampuan membaca, keterbatasan fasilitas juga menjadi persoalan. Di lingkungan sekitar sekolah belum tersedia taman baca yang dapat dimanfaatkan anak-anak untuk membaca dan belajar di luar jam sekolah. Ketersediaan buku bacaan anak yang menarik di perpustakaan sekolah juga masih terbatas sehingga belum sepenuhnya mampu mendorong ketertarikan siswa terhadap kegiatan membaca.


Kondisi tersebut turut memengaruhi pelaksanaan program kerja pengelolaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM). TBM yang seharusnya menjadi tempat pelaksanaan program ternyata tidak tersedia ketika mahasiswa tiba di lokasi. Karena itu, mahasiswa menyesuaikan program dengan kondisi yang ada dengan menjadikan perpustakaan SDN 201 Inpres Palemba sebagai tempat pelaksanaan pengelolaan perpustakaan.


Selain itu, keterbatasan ruang baca membuat mahasiswa memanfaatkan teras posko sebagai ruang membaca dan TBM sementara. Tempat tersebut digunakan agar anak-anak tetap memiliki ruang untuk membaca dan mengikuti kegiatan literasi selama program KKN-T berlangsung.


Melalui berbagai penyesuaian tersebut, mahasiswa tetap berupaya menjalankan program literasi meskipun menghadapi keterbatasan di lapangan. Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan membaca anak tidak hanya membutuhkan kegiatan literasi, tetapi juga dukungan berupa ketersediaan buku bacaan yang sesuai, ruang membaca yang mudah diakses, serta pendampingan yang berkelanjutan. AJM/RedTT.


Sumber: Humas KKN Tematik Literasi Unhas Kelurahan Pattallassang 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

FORS 2025 SMAN 5 Takalar Resmi Dibuka, Angkat Semangat Sportivitas Dan Kreativitas

Aklamasi, Alauddin Torki Pimpin KONI Takalar Dalam Rapat Pleno

PGRI Takalar Gelar Rakor Jelang Pelantikan Dan Rapat Kerja