Kemampuan Membaca Siswa Masih Terbatas, Jadi Tantangan Literasi Di SDN 201 Inpres Palemba
![]() |
| Suasana Pembinaan Membaca oleh Mahasiswa KKN Tematik Literasi Unhas |
Takalarterkini.com, - Palemba Pattallasang. Keterbatasan kemampuan membaca masih menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan kegiatan literasi di SDN 201 Inpres Palemba, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar. Berdasarkan hasil pengamatan mahasiswa KKN-T Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin, masih ditemukan siswa mulai dari kelas II hingga kelas VI yang belum mampu membaca dengan lancar.
Permasalahan tersebut terlihat ketika mahasiswa melaksanakan salah satu program kerja literasi, yaitu membaca nyaring. Saat kegiatan dilakukan di kelas II, banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami bacaan yang dibacakan. Sebagian siswa belum mampu mengikuti isi cerita dengan baik karena kemampuan membaca dan pemahaman mereka masih terbatas.
Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi mahasiswa KKN-T Literasi dalam melaksanakan program kerja yang telah dirancang. Kegiatan membaca nyaring yang seharusnya dapat menjadi sarana untuk meningkatkan minat baca dan pemahaman siswa justru membutuhkan pendampingan lebih karena masih terdapat siswa yang kesulitan mengenali kata, membaca kalimat, maupun memahami isi bacaan.
Tidak hanya di kelas II, permasalahan kemampuan membaca juga ditemukan pada siswa kelas III hingga kelas VI. Masih terdapat siswa pada jenjang kelas tersebut yang belum lancar membaca dan beberapa di antaranya masih terbata-bata ketika membaca teks. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan membaca dasar masih menjadi persoalan yang perlu mendapatkan perhatian lebih.
Selain keterbatasan kemampuan membaca, mahasiswa juga menemukan adanya keterbatasan buku bacaan anak dan fasilitas pendukung literasi di sekolah. Ketersediaan bahan bacaan yang sesuai dengan usia serta tingkat kemampuan siswa sangat diperlukan untuk mendukung kegiatan membaca secara rutin.
Kurangnya pendampingan dari guru maupun orang tua juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Kemampuan membaca membutuhkan latihan dan pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, keterlibatan guru dan orang tua sangat penting untuk membantu siswa yang masih mengalami kesulitan membaca.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena Kabupaten Takalar secara umum menunjukkan perkembangan positif dalam bidang literasi. Berdasarkan pemberitaan mengenai Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM), Kabupaten Takalar berhasil menempati peringkat keempat di Sulawesi Selatan dan masuk dalam 33 besar secara nasional.
Namun, capaian tersebut belum sepenuhnya menggambarkan kondisi kemampuan membaca setiap siswa di tingkat sekolah. Temuan mahasiswa KKN-T Literasi di SDN 201 Inpres Palemba menunjukkan bahwa masih terdapat anak-anak yang membutuhkan perhatian dan pendampingan dalam kemampuan membaca dasar.
Hal tersebut juga sejalan dengan pemberitaan Takalar Terkini yang mengangkat keterbatasan fasilitas dan kemampuan membaca sebagai tantangan literasi di Kecamatan Pattallassang. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa upaya peningkatan literasi masih perlu dilakukan secara langsung di lingkungan sekolah.
Melalui program kerja KKN-T Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin, mahasiswa berupaya membantu siswa mengembangkan kemampuan membaca melalui kegiatan membaca nyaring dan kegiatan literasi lainnya. Pendampingan dilakukan dengan menyesuaikan kegiatan dengan kemampuan masing-masing siswa agar mereka dapat mengikuti kegiatan dengan lebih mudah.
Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan literasi tidak hanya membutuhkan fasilitas dan buku bacaan, tetapi juga pendampingan yang konsisten dari guru, orang tua, mahasiswa, dan lingkungan sekitar. Dengan adanya kerja sama berbagai pihak, diharapkan kemampuan membaca siswa di SDN 201 Inpres Palemba dapat meningkat sehingga mereka mampu memahami bacaan dan mengikuti kegiatan pembelajaran dengan lebih baik. AJM/RedTT.
Sumber: Humas KKN Tematik Literasi Unhas Kelurahan Pattallassang

Komentar
Posting Komentar