Dari Buku Ke Poster; Siswa SMPN 2 Takalar Suarakan Kepedulian Lingkungan Lewat Karya Kreatif

 

Foto Bersama Setelah Kegiatanbuat Projek Berbasis Bahan Bacaan 

Takalarterkini.com, - Salaka Pattallasang. Suasana kelas VIII Penalaran UPT SMP Negeri 2 Takalar tampak berbeda dari biasanya, Selasa (4/8/2026). Meja-meja dipenuhi kertas HVS, kertas manila, gunting, lem, hingga pensil warna. Bukan sekadar kelas menggambar biasa, para siswa hari itu sedang menuangkan pesan dari buku yang mereka baca ke dalam sebuah karya poster bertema kepedulian lingkungan.


Kegiatan ini merupakan program pembuatan proyek berbasis buku bacaan yang diselenggarakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Universitas Hasanuddin Posko Salaka 1, digagas oleh Yesaya Imanuel Arung Langi, mahasiswa jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin, bersama rekan-rekan satu poskonya dari Kelurahan Salaka, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program kerja yang telah direncanakan dan disepakati bersama, serta telah diterima oleh pihak sekolah.


Dua buku bertema lingkungan, Kalahkan Si Monster Sampah dan Sedotani Si Ratu Sampah, dipilih sebagai sumber inspirasi. Siswa diajak mengolah pemahaman mereka terhadap isi kedua bacaan tersebut menjadi poster kreatif yang mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.

Mahasiswa KKN-T Literasi Unhas Kelurahan Salaka Saat Membersamai Kegiatan Membuat Projek Berbasis Bahan Bacaan 


Dari Membaca, Berdiskusi, hingga Berkarya

Kegiatan diawali dengan mengajak siswa membaca kedua buku tersebut. Setelah selesai membaca, mahasiswa bersama siswa mengulas kembali isi cerita dan pesan yang terkandung di dalamnya sebagai bekal dalam pembuatan proyek.


Selanjutnya, mahasiswa membagikan berbagai alat dan bahan yang dibutuhkan, seperti kertas HVS, kertas manila, gunting, lem, pensil warna, spidol, serta perlengkapan lainnya. Sebelum siswa mulai berkarya, mahasiswa terlebih dahulu memperlihatkan sebuah poster contoh sebagai gambaran hasil proyek, tanpa membatasi kreativitas siswa dalam mengembangkan ide mereka sendiri.


Siswa kemudian menuangkan ide dengan membuat ilustrasi dan slogan bertema menjaga kebersihan lingkungan pada kertas HVS. Setelah selesai, hasil gambar tersebut digunting dan ditempelkan pada kertas manila hingga menjadi sebuah poster utuh.

Mahasiswa KKN-T Literasi Unhas Membimbing Siswa Membuat Proyek Berbasis Bahan Bacaan 


Selama proses berlangsung, mahasiswa mendampingi siswa, memberikan arahan apabila diperlukan, serta mendorong mereka untuk menuangkan pesan-pesan tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan berdasarkan pemahaman mereka terhadap isi bacaan.


Literasi yang Berujung pada Karya Nyata

Guru Bahasa Indonesia UPT SMP Negeri 2 Takalar, Irmawati, menilai kegiatan ini memberi pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa.


"Kegiatan ini memberikan pengalaman yang berbeda bagi siswa karena mereka tidak hanya membaca, tetapi juga mengolah isi bacaan menjadi sebuah karya. Melalui poster yang dibuat, siswa belajar menyampaikan pesan dengan cara yang kreatif. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat semakin menumbuhkan minat baca sekaligus kemampuan mereka dalam mengekspresikan ide," ujarnya.


Dosen Pembimbing Kegiatan (DPK), Sumarlin Rengko, dosen dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, menekankan bahwa literasi seharusnya tidak berhenti pada kegiatan membaca semata.


"Literasi tidak berhenti ketika seseorang selesai membaca sebuah buku. Yang lebih penting adalah bagaimana isi bacaan tersebut dipahami, dimaknai, lalu diwujudkan dalam bentuk karya atau tindakan nyata. Saya melihat program ini mampu menghubungkan ketiga proses tersebut dengan baik melalui proyek pembuatan poster," katanya.


Koordinator Desa Posko Salaka 1, Rhesa Ardiyanto, mengungkapkan bahwa keterlibatan aktif siswa menjadi tujuan utama sejak perencanaan kegiatan.


"Sejak awal kami memang ingin menghadirkan kegiatan yang membuat siswa terlibat secara aktif. Karena itu, mereka tidak hanya membaca buku, tetapi juga diajak mengembangkan pemahaman melalui sebuah proyek kreatif. Melihat kesungguhan siswa selama proses pembuatan poster menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami," ujarnya.


Sebagai pelaksana utama program, Yesaya Imanuel Arung Langi mengaku paling berkesan saat menyaksikan siswa menuangkan pemahaman mereka ke dalam poster dengan gaya masing-masing.


"Yang paling berkesan bagi saya adalah melihat bagaimana setiap siswa mulai menuangkan pesan dari buku yang mereka baca ke dalam poster. Ada yang lebih menonjolkan gambar, ada yang fokus pada slogan, tetapi semuanya berusaha menyampaikan ajakan untuk menjaga kebersihan lingkungan. Hal itu menunjukkan bahwa mereka tidak hanya membaca cerita, tetapi juga memahami pesan yang ingin disampaikan," ujarnya.


Melalui proyek berbasis buku bacaan ini, mahasiswa KKN Tematik Literasi Unhas Posko Salaka 1 berharap siswa UPT SMP Negeri 2 Takalar tidak hanya tumbuh minat bacanya, tetapi juga mampu mengubah pemahaman dari bacaan menjadi aksi nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan di sekitar mereka. AJM/RedTT.


Sumber: Humas KKN Tematik Literasi Unhas Kelurahan Salaka 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

FORS 2025 SMAN 5 Takalar Resmi Dibuka, Angkat Semangat Sportivitas Dan Kreativitas

Nagamoto Sugiyama; Pejuang Jepang Yang Mengabdikan Hidupnya Untuk Kemerdekaan Indonesia

Aklamasi, Alauddin Torki Pimpin KONI Takalar Dalam Rapat Pleno