Mahasiswa KKN Unhas Kenalkan BACAKI', Siswa SD Pa'jenekang Ubah Cerita Menjadi Pop-Up Card
![]() |
| Suasana Kegiatan BACAKI oleh Mahasiswa KKN Tematik Literasi Unhas Desa Su'rulangi |
Takalarterkini.com, - Su'rulangi Polsel. Membaca tak selalu berakhir saat halaman terakhir buku ditutup. Di tangan siswa SD No. 157 Inpres Pa'jenekang, Desa Su'rulangi, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, sebuah cerita justru "hidup" kembali dalam bentuk karya tiga dimensi. Melalui program BACAKI' (Membaca Lalu Berkreasi), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 mengajak siswa mengubah isi buku menjadi pop-up card yang kreatif dan penuh warna.
Program yang digelar pada Jumat (31/7/2026) tersebut menjadi rangkaian hari kelima kegiatan literasi mahasiswa KKN Unhas di SD No. 157 Inpres Pa'jenekang. Sebanyak 32 siswa kelas V mengikuti kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 10.00 WITA dengan penuh antusias.
![]() |
| Mahasiswa KKN-T Literasi Unhas Desa Su'rulangi Dampingi Siswa Kegiatan BACAKI |
Berbeda dengan kegiatan literasi sebelumnya yang berfokus pada membaca, mengulas, dan menulis cerita, program BACAKI' mengajak siswa mengekspresikan pemahaman mereka melalui karya visual. Mahasiswa KKN ingin menunjukkan bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga dapat dikembangkan melalui kreativitas.
Dalam pelaksanaannya, para siswa dibagi menjadi empat kelompok besar. Setiap kelompok menerima satu buku cerita anak yang berbeda, yakni "Perpustakaan Luar Biasa", "Hari Ini Aku Ingin Menjadi Bintang...", "Yey, Layangan Kami Terbang!", dan "Panen Istimewa".
![]() |
| Program Kegiatan BACAKI Mahasiswa KKN-T Literasi Unhas Desa Su'rulangi |
Setelah membaca dan mendiskusikan isi buku, setiap kelompok diminta menuangkan kembali cerita tersebut ke dalam bentuk pop-up card. Mereka menggunting elemen-elemen gambar yang telah disediakan, menggambar tokoh dan latar cerita, mewarnainya, kemudian menyusun potongan-potongan elemen tersebut ke kertas origami hingga membentuk ilustrasi yang dapat muncul saat kertas origami dibuka.
Penanggung jawab program, Dwiyanti Ramadana, mengatakan BACAKI' dirancang agar siswa dapat memahami isi bacaan melalui pendekatan yang lebih menyenangkan dan interaktif.
"Program BACAKI' hadir untuk menunjukkan bahwa membaca bisa menjadi kegiatan yang kreatif. Melalui pop-up card, anak-anak tidak hanya memahami isi cerita, tetapi juga belajar menuangkan pemahamannya dalam bentuk karya visual tiga dimensi. Dengan cara ini, proses belajar menjadi lebih menarik sekaligus melatih kreativitas mereka," ujarnya.
Menurut Dwiyanti, proses pembuatan pop-up card juga memberikan manfaat lain bagi siswa, mulai dari melatih ketelitian, koordinasi motorik halus, hingga kemampuan bekerja sama dalam kelompok.
Selama kegiatan berlangsung, suasana kelas dipenuhi semangat kolaborasi. Siswa tampak antusias berdiskusi menentukan adegan yang akan divisualisasikan, saling berbagi tugas menggambar, mewarnai, menggunting, hingga menyusun mekanisme lipatan agar gambar dapat muncul saat halaman dibuka. Mahasiswa KKN mendampingi setiap kelompok untuk memastikan karya yang dihasilkan tetap sesuai dengan alur cerita yang telah mereka baca.
Berbagai karya pop-up card yang dihasilkan memperlihatkan kemampuan siswa dalam memahami cerita sekaligus mengolahnya menjadi media visual yang menarik. Setiap kelompok menampilkan ilustrasi dengan gaya yang berbeda, mencerminkan kreativitas dan imajinasi masing-masing.
Sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan kekompakan para siswa, mahasiswa KKN Unhas membagikan hadiah berupa Biscuits bucket kepada setiap kelompok yang berhasil menyelesaikan pop-up card mereka.
Program BACAKI' (Membaca Lalu Berkreasi) merupakan salah satu inovasi mahasiswa KKN Tematik Literasi Unhas Gelombang 116 dalam memperkuat budaya literasi di Desa Su'rulangi. Melalui perpaduan aktivitas membaca, berdiskusi, dan berkarya, mahasiswa berharap anak-anak tidak hanya semakin gemar membaca, tetapi juga mampu mengembangkan kreativitas, berpikir imajinatif, serta berani mengekspresikan gagasan melalui berbagai bentuk karya. AJM/RedTT.
Sumber: Humas KKN Tematik Literasi Universitas Hasanuddin Posko Desa Su'rulangi.



Komentar
Posting Komentar