PGRI Takalar Dorong Literasi Guru Melalui Majalah "Suara PGRI" Sebagai Wadah Publikasi Informasi Organisasi

 

Majalah "Suara PGRI" Disebar Ke Pengurus Cabang se Kabupaten Takalar

Takalarterkini.com, - TAKALAR. Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sulawesi Selatan  memperkuat peran organisasi sebagai pelopor literasi dengan meluncurkan sekaligus mematangkan peran Majalah Suara PGRI. Media ini diproyeksikan menjadi wadah bagi para pendidik untuk menyalurkan gagasan sekaligus mendokumentasikan dinamika organisasi secara profesional.


PGRI Takalar sebagai organisasi organik di tingkat kabupaten mendukung penuh terbitnya Majalah "Suara PGRI" ini. Langkah strategis tersebut dibahas dalam Rapat Pleno Diperluas PGRI Kabupaten Takalar yang berlangsung di Aula Museum Daerah Balla Appaka Sulapak, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Kamis (2/4/2026). Pertemuan ini dihadiri oleh utusan pengurus cabang PGRI dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Takalar.


Ketua PGRI Kabupaten Takalar, Darwis Ewa, menjelaskan bahwa keberadaan Majalah Suara PGRI bukan sekadar melengkapi atribut organisasi. Lebih dari itu, media ini hadir sebagai respons atas kebutuhan ruang publikasi yang kredibel bagi para guru.


"Hadirnya Majalah Suara PGRI ini menjadi salah satu wadah penguatan literasi dan publikasi informasi organisasi. Kami ingin setiap pemikiran, inovasi pembelajaran, hingga kebijakan organisasi dapat terdiseminasi dengan baik kepada anggota maupun masyarakat luas," ujar Darwis di sela-sela kegiatan.


Wadah Jurnalistik Guru

Dalam rapat tersebut, ditekankan bahwa Majalah Suara PGRI akan dikelola secara serius sebagai media jurnalistik internal. Para pengurus dan anggota PGRI didorong untuk aktif berkontribusi dalam bentuk tulisan, baik berupa artikel ilmiah populer, opini pendidikan, hingga laporan kegiatan di tingkat cabang.


Selain sebagai sarana informasi, majalah ini diharapkan mampu mengasah keterampilan menulis para guru. Dalam konteks profesionalisme, kemampuan menuangkan gagasan ke dalam tulisan jurnalistik dinilai krusial untuk mendukung portofolio dan pengembangan diri pendidik di era digital.


"Selama ini banyak praktik baik di kelas yang dilakukan guru, namun seringkali berhenti di ruang kelas saja karena minimnya wadah publikasi. Dengan majalah ini, kita memberikan panggung bagi kreativitas intelektual para guru di Takalar," tambah Darwis.


Penguatan Organisasi

Rapat Pleno Diperluas ini juga menjadi ajang konsolidasi bagi seluruh pengurus cabang. Melalui koordinasi yang dilakukan di bangunan bersejarah Balla Appaka Sulapak, PGRI Takalar ingin merefleksikan nilai-nilai perjuangan guru yang dipadukan dengan semangat modernitas melalui literasi digital dan cetak.


Para utusan pengurus cabang menyambut positif inisiatif ini. Mereka berkomitmen untuk membentuk tim kontributor di setiap kecamatan guna memastikan aliran informasi dari tingkat akar rumput dapat terakomodasi dalam setiap edisi Majalah Suara PGRI.


"Kami akan melakukan kegiatan roadshow ke setiap kecamatan untuk memberikan pelatihan, pendampingan, dan penguatan jurnalistik bagi pengurus cabang, khususnya bidang komunikasi dan informasi yang menjadi corong publikasi dan informasi organisasi ini, tambah Abdul Jalil Mattewakkang selaku Ketua Bidang Kominfo PGRI Takalar.


Dengan penguatan sektor publikasi ini, PGRI Takalar optimis dapat membangun citra organisasi yang lebih informatif, transparan, dan edukatif bagi seluruh anggotanya. (AJM/RedTT)


Sumber/Penulis: Humas PGRI Takalar/Kominfo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aklamasi, Alauddin Torki Pimpin KONI Takalar Dalam Rapat Pleno

Tim BKP-PK Psikologi UNM Gelar Program Pendampingan “Tabung Emosi” Bagi WBP Lapas Kelas IIB Takalar

Gelar Rapat Persiapan, Panitia Konferkab PGRI Takalar Matangkan Pelaksanaan