Urai Fenomena Gerak Literasi Berbasis Masyarakat Di FGD Perpusnas RI 2024, Ketum KERTAS PENA Sampaikan 4 Rekomendasi

 

Ketua Umum KERTAS PENA/PELITA Saat Menyampaikan Materinya Di Giat Diskusi Kelompok Terpumpun Perpusnas RI Tahun 2024 Wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua.

Takalarterkini.com, - Makassar, 6 Juni 2024. Focus Group Discussion (FGD) atau Diskusi Kelompok Terpumpun oleh Perpustakaan Nasional RI wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua dalam rangka penyusunan Renstra Awal Bidang Perpustakaan Tahun 2025-2029. 


Kegiatan ini menghadirkan 5 Narasumber yakni dari Bappenas, Perpusnas RI, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kab. Sidrap, Pustakawan Perguruan Tinggi dan Pegiat Literasi. Pelaksanaan digelar secara luring terbatas dan daring menggunakan via zoom. 


Sosok Ketua Umum Perkumpulan Komunitas Rumah Literasi dan Penulis Indonesia (KERTAS PENA) dan Pegiat Literasi Takalar (PELITA) diberi amanah sebagai salah satu pemantik mewakili pegiat literasi. 


Sekadar informasi Founder Perkumpulan Komunitas Rumah Literasi dan Penulis Indonesia (Kertas Pena) ini mengulik materi "Peran Pegiat Literasi dalam Peningkatan Budaya Baca dan Literasi Masyarakat".


Menurut pantauan langsung awak media di Ballroom Swiss-Belhotel, Makassar. Tampak putra daerah Galesong itu mengatakan "Kami menyampaikan dan mengurai ragam fenomena dan masalah gerakan literasi dari akar rumput yang dilakukan oleh teman-teman pegiat literasi baik komunitas, taman bacaan, pojok baca, dan rumah baca", papar Kepala Sekolah SMP Al Fatih Parangmata itu.


Adapun 4 rekomendasi yang diajukan dalam FGD tersebut yakni 1) Pembinaan komunitas literasi, taman baca, pojok baca, rumah baca, dan perpustakaan desa. 2) optimalisasi dan pemetaan bantuan bahan bacaan berbasis potensi daerah/desa. 3) penegasan dan kesiapan pemerintah desa dalam pelaksanaan dan implementasi Surat Edaran Kemendes PTT dan Perpusnas RI, dan 4) Membangun sinergitas dan kolaborasi lintas pihak demi peningkatan IPM, IPLM dan TGM. 


Lanjutnya ia mengemukakan bahwa "Di paparan itu, kami juga menyampaikan solusi atas fenomena yang kami lihat, amati, dan rasakan tersebut sehingga bisa menjadi pembanding, sharing, praktik baik gerakan literasi berbasis masyarakat" tutup AJM. 


Penulis: DM

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Guru Besar FBS UNM Asal Takalar, Launching Terjemahan Al-Qur'an Ke Dalam Bahasa Makassar

Ribuan Warga Padati Buka Puasa Bersama Di Kediaman Orang Tua Irwan Iskandar

Putra Galesong Raih Juara 1 Kepala SMP Inovatif Pada Apresiasi GTK Tingkat Sulsel Tahun 2023