Dorong Transaksi Nontunai, Mahasiswa KKN Unhas Posko Salaka 1 Dampingi Pelaku Usaha Desa Buat QRIS
![]() |
| Mahasiswa KKN-T Literasi Unhas Kelurahan Salaka Fasilitasi Pembuatan Pembayaran Nontunai (QRIS) Bagi Pelaku UMKM Lokal |
Takalarterkini.com, - Salaka Pattallasang. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Universitas Hasanuddin Posko Salaka 1 mendorong transformasi digital bagi pelaku usaha desa melalui program pembuatan kode Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk usaha mikro dan kecil. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (6/8) di sekitar lingkungan Kelurahan Salaka, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar ini dipimpin oleh Dave Albert Valerian Kawer, mahasiswa jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, dengan dibantu teman-teman posko.
Program ini merupakan kelanjutan dari rangkaian program kerja yang telah direncanakan dan disepakati bersama tim KKN. Melalui pendampingan pembuatan QRIS, mahasiswa berupaya membantu pelaku usaha menerima pembayaran digital, memperluas pilihan pembayaran, sekaligus mengikuti perkembangan transaksi nontunai yang kian marak digunakan masyarakat.
![]() |
| Mahasiswa Mengenal Model Pembayaran Non-tunai Ke Pelaku UMKM Lokal |
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Tematik Universitas Hasanuddin Posko Salaka 1 mendatangi satu per satu pelaku usaha kecil di lingkungan Desa Salaka untuk mengidentifikasi apakah mereka telah memiliki fasilitas pembayaran QRIS. Bagi usaha yang belum memilikinya, mahasiswa menawarkan pendampingan pembuatan secara gratis.
Setelah memperoleh persetujuan dari pemilik usaha, mahasiswa membantu mengumpulkan informasi yang diperlukan sebagai persyaratan pendaftaran. Setelah proses pengajuan selesai dan kode QRIS berhasil diterbitkan, mahasiswa mencetak kode tersebut dan memasangnya langsung di lokasi usaha agar dapat segera digunakan sebagai metode pembayaran nontunai oleh pelanggan.
Langkah ini diapresiasi Dosen Pembimbing Kegiatan (DPK), Dr. Sumarlin Rengko, dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin. Menurutnya, program semacam ini menunjukkan kontribusi nyata mahasiswa bagi masyarakat.
![]() |
| Pelaku UMKM Lokal Terbantu Dengan Adanya Model Pembayaran Nontunai |
"Program seperti ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya hadir untuk menjalankan kegiatan, tetapi juga memberikan solusi yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat. Pendampingan pembuatan QRIS menjadi langkah yang baik dalam memperkenalkan transaksi digital kepada pelaku usaha desa, sehingga diharapkan manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang," ujarnya.
Koordinator Desa Posko Salaka 1 sekaligus Ketua Kelompok, Rhesa Ardiyanto, menjelaskan bahwa program ini lahir dari pengamatan lapangan yang menunjukkan masih banyak pelaku usaha yang belum memanfaatkan pembayaran digital.
"Kami melihat masih ada beberapa pelaku usaha yang belum memanfaatkan pembayaran digital melalui QRIS. Oleh karena itu, kami berinisiatif menghadirkan pendampingan ini agar mereka dapat lebih mudah menerima transaksi nontunai. Harapannya, program ini dapat membantu pelaku usaha mengikuti perkembangan teknologi sekaligus memberikan kemudahan bagi pelanggan," jelasnya.
Sementara itu, Dave Albert Valerian Kawer selaku mahasiswa pelaksana utama program kerja mengaku senang dengan sambutan positif para pemilik usaha selama proses pendampingan berlangsung.
"Kami mendatangi pelaku usaha secara langsung agar proses pendampingan lebih mudah dipahami. Syukurnya, para pemilik usaha menyambut program ini dengan baik dan bersedia mengikuti proses pembuatan QRIS. Kami berharap fasilitas yang telah dipasang dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan usaha mereka," katanya.
Manfaat program ini turut dirasakan langsung salah seorang pemilik usaha toko bangunan di Kelurahan Salaka. Ia mengaku sebelumnya kesulitan memiliki QRIS karena tidak mengetahui cara membuatnya.
"Saya sebelumnya belum punya QRIS karena tidak tahu cara membuatnya. Untung ada mahasiswa yang datang membantu sampai selesai. Sekarang kalau ada pelanggan yang mau bayar pakai QRIS, sudah bisa langsung digunakan. Terima kasih karena sudah membantu usaha saya," ujarnya.
Melalui program pembuatan QRIS ini, mahasiswa KKN Tematik Universitas Hasanuddin Posko Salaka 1 berharap pelaku usaha di Kelurahan Salaka dapat semakin percaya diri mengadopsi transaksi digital, sehingga usaha mereka tumbuh lebih praktis, aman, dan efisien di tengah perkembangan teknologi pembayaran yang terus berjalan. AJM/RedTT.
Sumber: Humas KKN Tematik Literasi Unhas Kelurahan Salaka



Komentar
Posting Komentar