Sasar Kelas Inklusif hingga Dongeng Interaktif, Mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Siap Gebrak Literasi di Kelurahan Bajeng

 

Foto Bersama Setelah Pelaksanaan Seminar Proker Mahasiswa KKN Tematik Literasi Unhas Kelurahan Bajeng 

Takalarterkini.com, - Bajeng Takalar. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Literasi Desa Gelombang 116 sukses menggebrak Kelurahan Bajeng, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar.


​Sebagai langkah awal pengabdian, mereka sukses menggelar Seminar Program Kerja yang berlangsung penuh antusias di Kantor Kelurahan Bajeng, Jumat (17/7/2026) siang.

RELIMA Lokus Takalar, Pengelola TBM Panrita Literasi, Unsur Forkopimkel Bajeng, dan Mahasiswa KKN Tematik Literasi Unhas Angkatan 116


​Bukan sekadar formalitas, seminar ini menjadi wadah krusial untuk memaparkan dan menyosialisasikan program-program literasi yang dirancang khusus berdasarkan kebutuhan riil masyarakat dan satuan pendidikan setempat.


​Tak main-main, kegiatan ini langsung mendapat dukungan penuh dan apresiasi dari Lurah Bajeng, perangkat kelurahan, kepala sekolah, guru, tokoh masyarakat, kader, hingga pemuda setempat yang siap berkolaborasi menjadi mitra pelaksanaan program.


Usung 6 Program Unggulan, Sasar Minat Baca hingga Kelas Inklusif

​Dalam pemaparannya, Koordinator Desa KKN-T menegaskan bahwa seluruh program yang mereka bawa mengedepankan prinsip literasi yang inklusif, kreatif, dan partisipatif.


​Targetnya adalah mendongkrak minat baca, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, hingga keterampilan menulis masyarakat, khususnya anak-anak di Kelurahan Bajeng.


​Menariknya, mahasiswa KKN-T Gelombang 116 ini langsung tancap gas mempresentasikan 6 program kerja unggulan yang siap dieksekusi selama masa pengabdian:


  • 1. GEMBIRA (Gerakan Membaca Nyaring Inklusif): Aktivitas membaca nyaring secara interaktif demi menumbuhkan kebiasaan membaca sejak usia dini.
  • 2. AKSARA JIWA (Membaca dengan Hati, Mengulas dengan Berani): Mengajak anak-anak membaca mendalam lalu menantang mereka mengulas bacaan secara kritis dan percaya diri.
  • 3. Optimalisasi Pojok Baca (Reading Corner): Menyulap pojok baca di setiap kelas menjadi ruang belajar yang menarik dan hidup sebagai jendela ilmu di sekolah.
  • 4. Read to Create: Mengintegrasikan aktivitas membaca dengan penciptaan karya kreatif langsung seperti cerpen, poster, puisi, hingga gambar.
  • 5. Tappa'ma Inklusif: Program literasi ramah disabilitas yang memberikan ruang bagi seluruh peserta didik untuk mengekspresikan cerita lewat bahasa isyarat dan kata tulis.
  • 6. StoryBloom: Dongeng interaktif untuk memperkaya kosakata, kemampuan menyimak, sekaligus menanamkan nilai karakter pada anak.

Komitmen Bersama Demi Budaya Literasi Berkelanjutan

​Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WITA ini diawali dengan sambutan hangat dari Kepala Kelurahan Bajeng dan Koordinator Desa KKN-T.


​Suasana seminar pun mendadak hidup dan interaktif saat memasuki sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta, mulai dari guru hingga tokoh masyarakat, tampak bergantian memberikan masukan konstruktif agar program berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.


​Pemerintah Kelurahan Bajeng bersama seluruh elemen masyarakat yang hadir mengaku sangat mengapresiasi inovasi program yang ditawarkan para mahasiswa.


​Lewat kolaborasi apik antara mahasiswa KKN-T, pemerintah kelurahan, sekolah, dan warga ini, Kelurahan Bajeng bersiap menciptakan ekosistem budaya literasi baru yang berkelanjutan demi mendongkrak kualitas pendidikan di Butta Panrannuangku. AJM/RedTT.


Sumber: Humas KKN Tematik Literasi Unhas Kelurahan Bajeng Pattallassang 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

FORS 2025 SMAN 5 Takalar Resmi Dibuka, Angkat Semangat Sportivitas Dan Kreativitas

Aklamasi, Alauddin Torki Pimpin KONI Takalar Dalam Rapat Pleno

Tim BKP-PK Psikologi UNM Gelar Program Pendampingan “Tabung Emosi” Bagi WBP Lapas Kelas IIB Takalar