Modernisasi Layanan Literasi, Mahasiswa KKN Unhas Hadirkan Sistem Inventaris Digital di Perpustakaan Sunggumanai Takalar
![]() |
| Mahasiswa KKN Tematik Literasi Unhas Lakukan Program Pengelolaan dan Pembinaan Perpustakaan Desa |
Takalar terkini.com, - Bontomanai. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) Posko Desa Bontomanai 2 menghadirkan inovasi baru untuk mendorong budaya baca di pelosok daerah.
Mereka resmi meluncurkan sistem inventaris digital di Perpustakaan Desa Bontomanai, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar. Program modernisasi perpustakaan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Sabtu hingga Senin (18–20/7/2026).
![]() |
| Suasana Pembuatan Label dan Inventarisasi Bahan Bacaan Di Perpustakaan Desa Bontomanai |
Sebelumnya, tata kelola koleksi di Perpustakaan Bontomanai masih dilakukan secara manual dan belum terdata secara lengkap. Kondisi ini kerap menyulitkan pengelola dalam memantau maupun memperbarui data buku.
Melihat kendala tersebut, para mahasiswa Unhas berinisiatif membangun sistem administrasi koleksi berbasis spreadsheet. Langkah ini dihadirkan agar pengelolaan buku menjadi lebih tertib, sistematis, dan berkelanjutan.
Sentuhan Digital dan Tata Ruang Baru
Rangkaian kegiatan diawali pada Sabtu (18/7/2026) dengan pembenahan fisik. Tim mahasiswa membersihkan koleksi buku dan rak penyimpanan demi menciptakan suasana ruang baca yang bersih dan nyaman.
Proses pendataan digital secara masif kemudian bergerak pada Minggu (19/7/2026). Setiap buku dicatat secara rinci mulai dari; Nomor inventaris, Judul buku dan kategori, Jumlah eksemplar, dan Sumber perolehan serta keterangan pendukung lainnya.
Catatan Khusus:
Nomor inventaris didaftarkan langsung ke dalam database digital sebagai identitas administrasi tanpa ditempelkan pada fisik buku. Hal ini dilakukan agar fisik buku tetap terjaga rapi dan tidak rusak.
Seluruh proses rampung pada Senin (20/7/2026). Buku-buku yang telah terdata kemudian disusun kembali ke rak berdasarkan kategorisasi yang jelas.
Kategori tersebut meliputi buku cerita, komik, bacaan PAUD, bacaan SD/MI, buku Level 1–4, hingga buku jenjang Level A, B1, B2, B3, dan C. Setiap rak juga dilengkapi label petunjuk agar memudahkan penelusuran oleh pengunjung.
Apresiasi dari Pengelola Perpustakaan
Hasil dari program ini tak hanya berupa pangkalan data (database) yang rapi, tetapi juga tata letak perpustakaan yang jauh lebih estetik dan mudah diakses.
Penanggung Jawab Perpustakaan Bontomanai, Novianti, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi tingginya atas dedikasi mahasiswa Unhas.
"Kami sangat mengapresiasi dedikasi mahasiswa KKN Tematik Literasi Universitas Hasanuddin dalam menyusun inventaris digital Perpustakaan Bontomanai," ujar Novianti.
"Hasil pendataan ini sangat membantu kami karena data koleksi menjadi lebih rapi, lengkap, dan mudah dikelola untuk mendukung pengembangan layanan perpustakaan ke depan," tambahnya.
Melalui kehadiran sistem inventaris digital ini, mahasiswa KKN Tematik Literasi Gelombang 116 Unhas berharap Perpustakaan Sunggumanai dapat terus memperbarui datanya secara berkala.
Inovasi ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menjadikan Perpustakaan Sunggumanai sebagai pusat literasi yang berkelanjutan, sekaligus menumbuhkan minat baca dan kualitas pendidikan masyarakat Desa Bontomanai. AJM/RedTT.
Sumber: Humas KKN Tematik Literasi Unhas Desa Bontomanai


Komentar
Posting Komentar