Mahasiswa KKN Tematik Literasi Gelombang 116 Unhas Ciptakan Filter Air Sederhana Berbasis Buku Bacaan Di SDN 112 Inpres Bontomanai

 

Foto Bersama Setelah Kegiatan Membuat Proyek Berbasis Bahan Bacaan 

Takalarterkini.com, - Bontomanai Marbo. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin, khususnya Kelompok KKN Desa Bontomanai 1, melaksanakan program kerja bertajuk “Membuat Proyek Berbasis Isi Buku Bacaan” pada Kamis, 30 Juli 2026. Kegiatan ini dipusatkan di UPT SDN 112 Inpres Bontomanai dan diikuti dengan antusias oleh para siswa kelas 6.


Program kerja ini merupakan bentuk implementasi nyata dari isi sebuah buku bacaan ke dalam sebuah karya yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Kali ini, mahasiswa KKN mengangkat buku berjudul “Saring Saring” karya Winda Listya sebagai dasar sekaligus inspirasi dalam membuat proyek filter air sederhana. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya diajak membaca dan memahami isi buku, tetapi juga mempraktikkan langsung konsep yang ada di dalamnya melalui sebuah eksperimen sains sederhana.

Mahasiswa KKN Tematik Literasi Unhas Desa Bontomanai Jelaskan Maksud Kegiatan Membuat Projek Berbasis Bahan Bacaan 


Sebelum praktik dimulai, mahasiswa KKN terlebih dahulu mengajak siswa membaca dan mendiskusikan isi buku “Saring Saring”, khususnya bagian yang membahas prinsip kerja penyaringan air. Setelah memahami konsepnya, siswa kemudian diajak untuk membuat sendiri alat filter air sederhana menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.


Mula mula kami  akan  membagi siswa kelas 6 menjadi 5 kelompok dan setiap kelompok akan di dampingi 1 mahasiswa kkn sebagai pendamping.Setelah siswa telah mengetahui kelompoknya masing masing kami bergegas untuk menuju kelapangan untuk membuat proyek.


Pembuatan filter air ini diawali dengan memotong bagian bawah botol plastik berukuran 1 liter, yang kemudian digunakan sebagai wadah penyaring. Botol tersebut diposisikan terbalik, dengan bagian mulut atau leher botol menghadap ke bawah sebagai saluran keluarnya air hasil saringan. Setiap bahan disusun secara berlapis dengan fungsi penyaringan yang saling melengkapi, yaitu sebagai berikut; Sponge diletakkan paling dekat dengan bibir botol dan berfungsi sebagai lapisan penyaring akhir yang menahan partikel-partikel halus, termasuk sisa serbuk arang, agar tidak ikut keluar bersama air hasil saringan.

Produk Hasil Kegiatan Membuat Proyek Berbasis Bahan Bacaan Oleh Siswa SDN 112 Inpres Bontomanai 


Batu kerikil berfungsi menyaring partikel-partikel besar serta memperlambat dan meratakan aliran air sebelum melewati lapisan berikutnya, sehingga proses penyaringan berjalan lebih optimal.


Arang berperan penting dalam menyerap bau tidak sedap, zat warna, serta berbagai zat kimia dan kotoran yang terkandung dalam air, sehingga air yang dihasilkan menjadi lebih bersih dan segar.


Sabut kelapa berfungsi menyaring kotoran-kotoran halus serta partikel organik yang masih tersisa, sekaligus bekerja sebagai penyaring alami sebelum air diteruskan ke lapisan berikutnya.


Pasir diletakkan pada bagian paling atas sebagai lapisan penyaring pertama yang berfungsi menahan kotoran, lumpur, serta partikel-partikel besar lain yang terdapat pada air keruh sebelum mengalir ke lapisan-lapisan berikutnya.


Setelah seluruh lapisan tersusun rapi di dalam botol, siswa kemudian menyiapkan air keruh dan kotor sebagai bahan uji coba, serta wadah penampung untuk menampung air bersih yang keluar dari mulut botol. Air keruh dituangkan secara perlahan ke bagian atas filter dan dibiarkan mengalir melewati setiap lapisan penyaring hingga akhirnya keluar dalam kondisi yang jauh lebih jernih dibandingkan sebelum disaring.


Setelah melakukan praktek siswa kembali berkumpul dikelas kami meminta partisipasi siswa untuk menjabarkan kegiatan yang telah mereka lakukan di depan kelas untuk menguji pemahaman mereka terkait kegiatan yang telah berlangsung.


Kegiatan ini berlangsung dengan penuh semangat, siswa tampak antusias mengamati proses perubahan warna dan kejernihan air setelah melewati filter buatan mereka sendiri. Selain melatih keterampilan motorik dan kemampuan berpikir ilmiah, kegiatan ini juga menumbuhkan minat baca siswa karena mereka diajak memahami bahwa sebuah buku bacaan dapat menjadi sumber inspirasi untuk menciptakan karya yang bermanfaat.


Muhammad Yusuf, selaku Penanggung Jawab (PIC) program kerja ini, menyampaikan bahwa kegiatan pembuatan filter air sederhana dipilih karena mampu menghubungkan langsung antara kegiatan literasi dengan penerapan ilmu pengetahuan yang aplikatif dan mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.


“Kami ingin menunjukkan kepada adik-adik bahwa membaca buku bukan hanya sekadar kegiatan menyerap informasi, tetapi juga bisa menjadi awal dari sebuah karya nyata. Melalui buku ‘Saring Saring’, kami mengajak siswa mempraktikkan langsung konsep penyaringan air sehingga ilmu yang mereka dapatkan lebih membekas dan bermanfaat,” ujar Muhammad Yusuf.


Ia berharap kegiatan ini dapat mendorong siswa untuk semakin gemar membaca sekaligus melatih kreativitas dan kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan permasalahan di lingkungan sekitar, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan air bersih.


Program kerja Membuat Proyek Berbasis Isi Buku Bacaan yang dilaksanakan oleh Kelompok KKN Tematik Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin Desa Bontomanai 1 ini diharapkan dapat terus memberikan dampak positif bagi peningkatan literasi sekaligus kreativitas siswa di UPT SDN 112 Inpres Bontomanai, serta menjadi salah satu langkah nyata mahasiswa KKN dalam mendukung dunia pendidikan di tingkat sekolah dasar. AJM/RedTT.


Sumber: Humas KKN Tematik Literasi Unhas Desa Bontomanai 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

FORS 2025 SMAN 5 Takalar Resmi Dibuka, Angkat Semangat Sportivitas Dan Kreativitas

Aklamasi, Alauddin Torki Pimpin KONI Takalar Dalam Rapat Pleno

Tim BKP-PK Psikologi UNM Gelar Program Pendampingan “Tabung Emosi” Bagi WBP Lapas Kelas IIB Takalar