Mahasiswa KKN-T Literasi Unhas Sulap Dedaunan Jadi Karya Seni Lewat Proyek "Daun-Daun Istimewa"

 

Hasil Karya Proyek Berbasis Bahan Bacaan Siswa SDN 112 Inpres Bontomanai 

Takalarterkini.com, - Bontomanai Marbo. Sebuah inovasi pengajaran dibawa oleh para mahasiswa KKN melalui 'Proyek Berbasis Buku Bacaan' di tingkat sekolah dasar. Kegiatan ini merupakan langkah nyata mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) dari Posko Bontomanai 2 dalam mendongkrak minat baca anak di UPT SD Negeri 112 Inpres Bontomanai, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan, pada hari Kamis (30/07/2026).


Program ini hadir sebagai pendekatan segar dalam dunia literasi tingkat dasar. Pada umumnya, literasi sering dipahami sebatas duduk diam dan membaca teks hingga halaman terakhir. Namun, lewat inisiatif ini, para mahasiswa merancang metode pembelajaran yang lebih menyeluruh, interaktif, dan aplikatif.

Mahasiswa KKN-T Literasi Unhas Desa Bontomanai Jelaskan Kegiatan Membuat Projek Berbasis Bahan Bacaan 


Inti dari kegiatan ini difokuskan pada dua tahapan utama yang saling melengkapi. Tahap pertama adalah membacakan buku cerita bergambar kepada para siswa untuk memantik imajinasi mereka. Setelah usai, tahapan selanjutnya langsung berfokus pada eksekusi, yakni anak-anak diajak membuat karya nyata berdasarkan isi buku tersebut. Dalam proyek kali ini, buku yang dipilih berjudul "Daun-Daun Istimewa" karya Saptorini dan diilustrasikan oleh Happy Rose, dan karya nyata yang dihasilkan oleh siswa adalah proyek eco print.


Mohammad Abdul Razaq, mahasiswa Sistem Informasi Unhas yang menjadi penanggung jawab program ini, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sengaja dirancang agar literasi tidak terasa kaku atau membosankan.


“Kita ingin adik-adik sadar kalau membaca itu asyik. Lebih dari itu, kami mau memperlihatkan bahwa apa yang mereka baca dan bayangkan dari sebuah buku bisa dihidupkan menjadi karya yang nyata, contohnya lewat teknik eco print ini,” ujarnya.


Kegiatan bermula di dalam ruang kelas. Mahasiswa membacakan kisah secara nyaring dan ekspresif (read aloud). Gaya bercerita yang interaktif sukses membius para siswa. Mereka tampak asyik menyelami alur cerita yang mengenalkan ragam bentuk, warna, serta keunikan berbagai jenis daun.

Proses Pembuatan Eco Print Dari Dedaunan


Keseruan sesungguhnya pecah saat sesi mendongeng selesai. Para siswa, khususnya dari Kelas 4A, diajak berhamburan ke luar ruangan untuk mencari dedaunan di lingkungan sekitar sekolah yang bentuk dan teksturnya menarik, persis seperti yang baru saja mereka dengar dari buku.


Daun-daun tersebut kemudian disulap menjadi karya seni eco print. Dengan penuh semangat, anak-anak mempraktikkan teknik pounding, yaitu memukul-mukul daun di atas media kain atau kertas hingga pigmen warna alami dan cetakan urat daunnya menempel dengan indah. Sesekali terdengar seruan kagum dan gelak tawa saat mereka memamerkan hasil karyanya masing-masing yang unik.


Kegiatan yang menggabungkan aktivitas kognitif (membaca) dan psikomotorik (membuat karya) ini langsung mendapat acungan jempol dari pihak sekolah. Kepala UPT SD Negeri 112 Inpres Bontomanai menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada tim KKN Literasi Unhas atas inovasi pengajaran yang diberikan.


"Kegiatan ini bukan sekadar bermain dan berkarya, tetapi sarat akan nilai edukasi. Mulai dari pengenalan kearifan lokal berbasis alam, penguatan motorik halus anak, hingga pembentukan karakter cinta lingkungan," ungkap Muhammad Saing, selaku Plt. Kepala UPT SD Negeri 112 Inpres Bontomanai, Takalar.


Pihak sekolah mengaku sangat terkesan melihat tingginya antusiasme siswa dalam mengikuti setiap tahapan proyek. Metode pendekatan literasi yang digabungkan dengan praktik seni ini dinilai sangat aplikatif, sehingga suasana belajar mengajar terasa jauh lebih hidup dan bermakna.


"Ini adalah bukti nyata bahwa program KKN tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu memberikan dampak langsung yang positif bagi perkembangan peserta didik kami." tambahnya antusias.


Ke depannya, metode pengajaran semacam ini diharapkan bisa terus diadaptasikan di dalam kelas, demi menjaga kecintaan anak-anak pada dunia literasi sekaligus memupuk rasa peduli mereka terhadap kelestarian lingkungan sejak dini. AJM/RedTT.


Sumber: Humas KKN Tematik Literasi Unhas Desa Bontomanai 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

FORS 2025 SMAN 5 Takalar Resmi Dibuka, Angkat Semangat Sportivitas Dan Kreativitas

Aklamasi, Alauddin Torki Pimpin KONI Takalar Dalam Rapat Pleno

Tim BKP-PK Psikologi UNM Gelar Program Pendampingan “Tabung Emosi” Bagi WBP Lapas Kelas IIB Takalar