Implementasi KKN Tematik Literasi 116 Unhas Tingkatkan Kemampuan Menyimak Anak Lewat Membaca Nyaring di Desa Bontomanai
![]() |
| Suasana Kegiatan Ready Aloud Siswa sD Di TBM Kompas Literasi Bersama Mahasiswa KKN Tematik Literasi Unhas Desa Bontomanai |
Takalarterkini.com, - Bontomanai Marbo. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi 116 Universitas Hasanuddin menggelar program membaca nyaring (read aloud) bagi anak-anak jenjang TK hingga SD di Desa Bontomanai. Kegiatan ini berlangsung setiap hari selama delapan hari, mulai tanggal 21 hingga 28 Juli, bertempat di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kompas Literasi.
Rendahnya minat baca dan kemampuan menyimak pada anak usia dini menjadi salah satu tantangan literasi di sejumlah desa, tak terkecuali di Desa Bontomanai. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Tematik Literasi 116 Unhas menginisiasi program membaca nyaring sebagai bentuk implementasi dari tema besar KKN yang mereka usung. Metode ini dipilih karena dinilai efektif untuk melatih anak berkonsentrasi mendengarkan, memahami alur cerita, sekaligus menumbuhkan kecintaan mereka terhadap buku sejak dini melalui pendekatan yang menyenangkan.
![]() |
| Mahasiswa KKN Tematik Literasi Unhas Desa Bontomanai Bimbingan Siswa TK dan SD Di TBM Kompas Literasi |
Program membaca nyaring dilaksanakan secara rutin di TBM Kompas Literasi, dengan sasaran utama anak-anak jenjang TK hingga SD yang datang berkunjung ke taman bacaan tersebut. Dalam setiap sesi, mahasiswa membacakan buku cerita bergambar yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan membaca anak, mulai dari level A hingga level yang lebih tinggi. Mayoritas sesi difokuskan pada buku cerita level B, mengingat karakteristik dan kebutuhan anak-anak yang paling banyak hadir selama kegiatan berlangsung. Setiap sesi dibawakan dengan intonasi dan ekspresi yang hidup, sehingga anak-anak tidak hanya mendengarkan, tetapi juga dilatih untuk fokus menyimak, menangkap alur cerita, dan memperkaya kosakata.
Program ini bertujuan untuk melatih kemampuan menyimak anak sejak usia dini, sekaligus meningkatkan minat baca dan membangun kedekatan emosional antara anak dan buku melalui cerita yang dibawakan secara interaktif. Kegiatan ini juga diharapkan mampu menjadikan TBM Kompas Literasi sebagai ruang belajar yang lebih hidup dan digemari anak-anak di Desa Bontomanai.
![]() |
| Keseruan Pengunjung TBM Kompas Literasi |
Program ini juga mendapat tanggapan positif dari Muhammad Yusuf selaku PIC TBM Kompas Literasi. Ia mengapresiasi kegiatan membaca nyaring yang dijalankan mahasiswa KKN karena dinilai membantu menghidupkan aktivitas di TBM. "Kami mengapresiasi kegiatan ini karena mampu menarik minat anak-anak untuk datang ke TBM. Program membaca nyaring seperti ini sejalan dengan visi kami dalam membangun budaya literasi di desa," kata Muhammad Yusuf. Ia berharap program semacam ini dapat terus dilanjutkan, mengingat manfaatnya yang dirasakan langsung oleh anak-anak dan lingkungan TBM.
Mahasiswa KKN berharap kegiatan membaca nyaring ini dapat terus berlanjut meski masa KKN telah berakhir, mengingat pentingnya penguatan kemampuan menyimak dan literasi bagi generasi muda di desa. Dengan konsistensi dan pendampingan yang tepat, budaya membaca diharapkan dapat tumbuh menjadi kebiasaan positif yang berkelanjutan di lingkungan TBM Kompas Literasi maupun masyarakat Desa Bontomanai secara luas. AJM/RedTT.
Sumber: Humas KKN Tematik Literasi Unhas Desa Bontomanai



Komentar
Posting Komentar