Dari Bacaan Jadi Karya, Mahasiswa KKN Unhas Kenalkan Program BARRU untuk Asah Kreativitas Siswa SD Pa'jenekang
![]() |
| Suasana Kegiatan Program BARRU Mahasiswa KKN-T Literasi Unhas Desa Su'rulangi |
Takalarterkini.com, - Su'rulangi Polsel. Membaca buku menjadi titik awal lahirnya berbagai cerita imajinatif di ruang kelas V SD No. 157 Inpres Pa'jenekang, Desa Su'rulangi, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, Kamis (30/7/2026). Melalui program BARRU (Barani Rangkai Ulasan dan Cerita), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 mengajak siswa mengubah bahan bacaan menjadi karya tulis hasil imajinasi mereka sendiri.
Program yang diikuti 21 siswa kelas V tersebut merupakan rangkaian hari keempat pelaksanaan program literasi mahasiswa KKN Unhas di sekolah. Berbeda dengan kegiatan sebelumnya yang berfokus pada kemampuan memahami isi bacaan, kali ini siswa didorong untuk mengembangkan kreativitas dengan menyusun cerita berdasarkan inspirasi dari buku yang mereka baca.
Kegiatan diawali dengan pemberian materi singkat mengenai unsur-unsur dasar dalam sebuah cerita, seperti penokohan, alur, latar, hingga penyampaian pesan moral. Setelah itu, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan diberikan waktu sekitar 15 menit untuk membaca buku cerita anak sebagai sumber inspirasi.
![]() |
| Bimbingan Program BARRU Oleh Mahasiswa KKN Tematik Literasi Unhas Kelurahan Siswa SDN Inpres Pa'jenekang |
Usai membaca, suasana kelas berubah menjadi ruang diskusi yang hidup. Setiap kelompok mulai merangkai ide, menentukan tokoh, menyusun alur, hingga menuliskan cerita hasil imajinasi mereka. Mahasiswa KKN turut mendampingi proses tersebut dengan membantu siswa mengembangkan kalimat dan menyusun alur cerita tanpa menghilangkan kreativitas mereka.
Penanggung jawab program BARRU, Sitti Nur Hasma, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar siswa memahami bahwa literasi tidak berhenti pada aktivitas membaca, tetapi juga melahirkan kemampuan berpikir kreatif melalui karya tulis.
"Melalui program BARRU, kami ingin menunjukkan kepada anak-anak bahwa setiap buku yang mereka baca bisa menjadi sumber inspirasi untuk menghasilkan cerita baru. Dengan begitu, mereka tidak hanya menjadi pembaca, tetapi juga belajar menjadi penulis," ujarnya.
![]() |
| Keseriusan Siswa SDN Inpres Pa'jenekang Mengikuti Program BARRU |
Menurut Nura, proses menulis juga menjadi media bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berimajinasi sekaligus meningkatkan rasa percaya diri.
"Saat mereka menyusun cerita bersama teman-temannya, mereka belajar berdiskusi, mengembangkan ide, dan menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan. Ketika hasil karya itu dibacakan di depan kelas, keberanian mereka juga ikut terlatih," katanya.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif berdiskusi, saling bertukar pendapat, bahkan beberapa kali meminta masukan kepada mahasiswa KKN untuk menyempurnakan cerita yang sedang disusun.
Salah satu karya yang menarik perhatian mahasiswa pendamping berjudul "Fokus Fokus Tendang", hasil tulisan Aisyah, Israni, dan anggota kelompoknya. Cerita tersebut lahir dari inspirasi buku yang mereka baca, kemudian dikembangkan menjadi kisah baru dengan alur yang disusun berdasarkan imajinasi mereka sendiri.
Setelah seluruh kelompok membacakan hasil karyanya di depan kelas, mahasiswa KKN Unhas memberikan apresiasi berupa wafer Tango sebagai bentuk penghargaan atas kreativitas dan semangat belajar para siswa.
Program BARRU (Barani Rangkai Ulasan dan Cerita) merupakan salah satu inovasi mahasiswa KKN Tematik Literasi Unhas Gelombang 116 dalam memperkuat budaya literasi di Desa Su'rulangi. Melalui pendekatan yang menggabungkan membaca, berdiskusi, dan menulis kreatif, mahasiswa berharap anak-anak tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu menuangkan gagasan, membangun daya imajinasi, dan percaya diri menghasilkan karya tulis sejak usia dini.
Sumber: Humas KKN Tematik Literasi Universitas Hasanuddin Posko Desa Su'rulangi.



Komentar
Posting Komentar